Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tanamkan Iman Sejak Dini, SDN 228 Lagaroang Konsisten Jalankan Pejuang Subuh

36
×

Tanamkan Iman Sejak Dini, SDN 228 Lagaroang Konsisten Jalankan Pejuang Subuh

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Program Pejuang Subuh yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik. Hal tersebut juga diterapkan di UPT SD Negeri 228 Lagaroang melalui kebiasaan melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid.

Kepala sekolah UPT SDN 228 Lagaroang, Meldawati, S.Pd, saat di konfirmasi via whatsapp kamis, (17/09/2026) mengatakan kegiatan tersebut sangat baik karena tidak hanya membangun karakter siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan melaksanakan salat sejak kecil agar ketika mereka tumbuh dewasa, ibadah tersebut telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Sangat bagus, selain untuk membangun karakter anak melalui religi, bagaimana sejak dini anak-anak bisa melakukan salat. Jadi nantinya mereka akan terbiasa. Ketika sudah besar, kita tidak setengah mati lagi mengajarkan anak-anak untuk salat,” ujar Meldawati.

Ia menegaskan, salah satu hal penting yang diharapkan dari anak adalah ketaatan dalam menjalankan ibadah. Sebab, dalam ajaran Islam terdapat tiga amalan yang terus memberikan manfaat, yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

Program Pejuang Subuh di SDN 228 Lagaroang juga diselaraskan dengan nilai-nilai pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pihak sekolah bekerja sama dengan orang tua dan pengurus masjid untuk memantau kehadiran siswa dalam salat Subuh berjamaah.

“Dampaknya sangat positif. Anak-anak diarahkan untuk melaksanakan salat berjamaah, pergi ke masjid, dan kami juga bekerja sama dengan orang tua.

Guru ikut memantau sekaligus mengajak orang tua untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam melaksanakan kewajiban salat berjamaah,” jelasnya.

Meldawati menambahkan, pembiasaan tersebut terus ditekankan kepada siswa, termasuk saat apel pagi. Para guru selalu mengingatkan bahwa salat Subuh merupakan salah satu waktu salat yang membutuhkan kedisiplinan tinggi karena dilaksanakan ketika sebagian orang masih tidur.

Untuk memastikan program berjalan secara konsisten, sekolah juga menerapkan kartu kontrol Pejuang Subuh. Kartu tersebut diparaf oleh petugas masjid sebagai bukti bahwa siswa telah melaksanakan salat Subuh berjamaah. Selain itu, daftar hadir juga dibuat setiap hari.

“Kami menyampaikan kepada guru dan siswa bahwa dalam satu bulan akan dilakukan pemantauan melalui kartu kontrol dan daftar hadir. Nantinya, bagi siswa yang konsisten akan diberikan apresiasi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, perubahan mulai terlihat setelah program berjalan sekitar satu bulan. Anak-anak yang sebelumnya masih perlu banyak diarahkan, kini mulai terbiasa dan berbondong-bondong datang ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah.

“Kurang lebih satu bulan, anak-anak sudah mulai terbiasa. Mereka tidak sulit lagi diajarkan untuk salat berjamaah, tetapi sudah mulai berbondong-bondong melaksanakan salat Subuh,” tutur Meldawati.

Menurutnya, program Pejuang Subuh melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan dampak yang sangat baik dalam membentuk kebiasaan positif siswa sejak usia dini.

Ada empat manfaat utama yang dirasakan sekolah, yakni:Membiasakan anak bangun pagi.Melatih disiplin dan tanggung jawab.

Mempererat kebersamaan antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat.Menanamkan nilai keagamaan serta meraih keberkahan dan rida Allah SWT.

Meldawati berharap kebiasaan positif tersebut tidak hanya berlangsung selama program sekolah, tetapi dapat terus terbawa dalam kehidupan siswa sehari-hari hingga mereka tumbuh menjadi generasi yang religius, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.(Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *