INPUTRAKYAT_LUTIM,—Lomba Penilaian Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026 yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Luwu Timur resmi berakhir di Kecamatan Towuti, Kamis (17/9/2026).
Penilaian terakhir berlangsung di Kecamatan Towuti, dengan mengunjungi dua perpustakaan desa, yakni Perpustakaan Jendela Dunia di Desa Tokalimbo dan Perpustakaan Pustaka Loeha di Desa Loeha.
Kegiatan penilaian tersebut menjadi rangkaian terakhir setelah tim juri melakukan visitasi terhadap perpustakaan desa/kelurahan yang diusulkan dari 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.
Selanjutnya, hasil penilaian dari seluruh peserta akan dibahas melalui rapat pleno tim juri untuk menentukan pemenang lomba. Hasil penilaian kemudian akan ditetapkan melalui keputusan dan dituangkan dalam berita acara sebelum diumumkan kepada seluruh peserta.
Dalam proses penilaian, tim juri tidak hanya melihat sarana dan prasarana perpustakaan, tetapi juga mendorong pengelola agar mampu menghadirkan kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan perpustakaan secara lebih luas.
Tim juri berharap perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Luwu Timur, Suliati, menyampaikan bahwa pelaksanaan Lomba Perpustakaan Desa ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari perpustakaan terbaik, tetapi menjadi momentum untuk mendorong setiap desa agar semakin serius mengembangkan perpustakaan.
“Kami berharap perpustakaan desa mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat, menyediakan koleksi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan, serta menciptakan berbagai kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi anak-anak dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Suliati.
Suliati menambahkan, lomba ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada perpustakaan desa yang telah aktif menyelenggarakan layanan perpustakaan dan berbagai kegiatan literasi bagi masyarakat.
“Harapannya, bagi perpustakaan yang menjadi pemenang, capaian ini tidak menjadi akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menjadi contoh bagi perpustakaan desa lainnya,” pesannya.
“Sedangkan bagi perpustakaan yang belum menjadi pemenang, kami berharap tetap bersemangat dan terus melakukan perbaikan. Hasil penilaian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat apa saja yang masih perlu ditingkatkan,” pungkas Suliati.
Liputan: (nor/ikp-humas/kominfo-sp)














