Gambar: Ilustrasi
INPUTRAKYAT_MORUT, — Debu menjadi keluhan sejumlah pelaku usaha di kawasan pertokoan Kota Kolonodale, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Debu yang beterbangan disebut tidak hanya mengotori lantai dan halaman toko, tetapi juga masuk ke dalam lemari serta menempel pada barang dagangan.
Salah satu pemilik toko bangunan yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya harus membersihkan toko berulang kali dalam sehari.
“Tidak bisa mi kalau tidak disapu lantai toko setiap jam. Jualan bahan bangunan dibersihkan, karena kalau tidak sudah penuh debu,” kata dia, Selasa, 22 September 2026.
Menurut dia, debu yang beterbangan bercampur pasir halus. Kondisi itu membuat aktivitas di dalam toko menjadi kurang nyaman.
“Debunya juga bercampur pasir halus. Ini membahayakan juga kalau sering dihirup,” ujarnya.
Debu juga menjadi persoalan bagi barang dagangan. Jika tidak rutin dibersihkan, kata dia, barang yang dipajang dapat terlihat kotor.
“Kalau tidak sering dibersihkan bahan jualan, nanti orang beranggapan kalau kita jual bahan bekas,” katanya.
Ia mengatakan kondisi paling terasa ketika kendaraan melintas di ruas jalan depan pertokoan. Pergerakan kendaraan disebut kembali menerbangkan debu yang berada di permukaan jalan.
“Coba kita jalan depan toko ini. Kalau mobil lewat, debu bertebaran sudah setinggi mobil,” katanya sembari menunjuk ruas jalan di depan tokonya.
Pelaku usaha tersebut berharap pemerintah daerah turun tangan menangani persoalan debu di pusat Kota Kolonodale.
Ia mengusulkan agar pemerintah kelurahan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penyiraman jalan secara berkala.
“Seharusnya pihak kelurahan bersurat ke Damkar. Kalau bisa tiga kali sehari ruas jalan di Kota Kolonodale disiram,” ujarnya.
Menurut dia, penyiraman jalan setidaknya dapat mengurangi debu yang beterbangan di kawasan pertokoan. Ia juga meminta pemerintah mencari tahu sumber debu yang dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat.
“Pemerintah daerah harus memperhatikan kondisi ini. Masa kota ini banyak debu. Kita tidak tahu dari mana saja sumbernya,” katanya.
Keluhan pelaku usaha ini menunjukkan persoalan debu bukan hanya berkaitan dengan kebersihan toko, tetapi juga kenyamanan aktivitas perdagangan di pusat Kota Kolonodale.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menelusuri sumber debu serta kondisi ruas jalan yang menjadi pemicunya sebelum menentukan langkah penanganan.














