INPUTRAKYAT_MORUT, – Pendakwah Das’ad Latif mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dia menilai, perselisihan di antara pemimpin dapat berdampak pada suasana birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Das’ad Latif saat memberikan ceramah dalam tabligh akbar peringatan HUT ke-13 Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, di pelataran kantor bupati, Kamis malam (22/10/2026), yang dihadiri Bupati Morut, Delis Julkarson Hehi, Wabup Morut, Djira K, Kapolres Morut, Dandim Morowali – Morowali Utara, Wabup Poso, Wabup Bangkep, senator DPD RI, Febrianty Hongkiriwang, Waket 1 dan 2 DPRD Morut beserta anggota DPRD Morut.
Dalam ceramahnya, Das’ad menyinggung potensi konflik setelah pemilihan kepala daerah, terutama ketika kepentingan kelompok pendukung atau tim sukses mulai memengaruhi hubungan antara bupati dan wakil bupati.
Dia mengingatkan agar para pemimpin tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berusaha mengadu domba demi kepentingan tertentu.
Menurut Das’ad, hubungan baik antara kepala daerah dan wakilnya perlu dipertahankan karena keduanya memiliki tanggung jawab untuk bekerja bersama dalam menjalankan pemerintahan.
Perselisihan di tingkat pimpinan, kata dia, bukan hanya persoalan pribadi. Ketidakharmonisan dapat merembet ke lingkungan birokrasi, memengaruhi koordinasi antarpihak, dan berpotensi mengganggu efektivitas pelayanan publik.
Karena itu, dia mengajak masyarakat turut menjaga suasana politik yang sehat dan tidak memperkeruh keadaan melalui informasi yang belum jelas kebenarannya.
Das’ad juga menyoroti peran media sosial yang dapat menjadi sarana penyebaran provokasi. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada unggahan yang memuat tuduhan, potongan video, atau informasi politik tanpa memeriksa konteks dan sumbernya.
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menurut dia, juga menuntut masyarakat lebih berhati-hati. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memanipulasi gambar, video, maupun suara sehingga seseorang seolah-olah mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah disampaikan.
Dia mengajak masyarakat memeriksa rekaman lengkap sebelum menyimpulkan atau menyebarkan suatu informasi.
Das’ad juga menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak harus berujung permusuhan. Kritik terhadap pemimpin maupun kebijakan pemerintah tetap dapat disampaikan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab.
Dalam konteks pembangunan daerah, dia mengingatkan bahwa persatuan merupakan modal penting agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik.
Momentum ulang tahun Morowali Utara, menurut dia, semestinya menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dia berharap kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, bukan dikalahkan oleh persaingan politik atau kepentingan kelompok tertentu.














