Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Sekda Luwu Timur Buka Resmi Seminar Skrining Oral dan Deteksi Dini Kanker Mulut

49
×

Sekda Luwu Timur Buka Resmi Seminar Skrining Oral dan Deteksi Dini Kanker Mulut

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, secara resmi membuka kegiatan Seminar dan Praktik Langsung (Hands-on) yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Luwu Timur bekerja sama dengan PDGI Training Center, dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2026, Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema “Skrining Oral dan Deteksi Lesi Prakanker dan Keganasan dalam Mulut”, kegiatan berlangsung selama dua hari, 30 hingga 31 Oktober 2026, di Aula RSUD I Lagaligo Wotu. Acara dilaksanakan secara hibrida, luring di lokasi maupun daring melalui Zoom.

Seminar ini diikuti oleh 27 peserta secara langsung, 37 peserta melalui webinar, 26 peserta sesi praktik langsung, serta melibatkan 83 peserta dalam kegiatan bakti sosial pendukung.

Dalam sambutannya, Sekda Ramadhan Pirade yang mewakili Bupati Luwu Timur menyampaikan apresiasi kepada PDGI Cabang Luwu Timur atas inisiatif kegiatan edukatif dan ilmiah ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh, meskipun kesadaran masyarakat akan hal tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius, lanjutnya, adalah deteksi dini lesi prakanker dan keganasan dalam rongga mulut. Kondisi ini kerap tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal sehingga berisiko terlambat dikenali dan ditangani.

“Oleh karena itu, skrining oral dan deteksi dini terhadap lesi prakanker maupun keganasan dalam mulut menjadi langkah yang sangat penting,” jelasnya.

Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan komprehensif. Dengan demikian, peluang kesembuhan meningkat, risiko komplikasi berkurang, dan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung masyarakat pun dapat ditekan.

Sekda berharap para peserta tidak hanya memahami faktor risiko dan teknik pemeriksaan, tetapi juga mampu mengenali tanda-tanda klinis kelainan hingga memahami alur rujukan dan tata laksana yang tepat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi dan mendorong pelaksanaan skrining kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan,” harap Sekda Ramadhan.

Seminar dan sesi praktik langsung ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu drg. Arny Erawaty Muryah, Sp.PM. dan dr. Hilaluddin, yang akan memberikan pemaparan materi sekaligus penguatan keterampilan peserta terkait prosedur skrining oral serta cara mendeteksi secara dini lesi prakanker dan keganasan dalam rongga mulut. (Rama).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *