Example 728x250
Example 728x250
Input LutimInput Pendidikan

Pejuang Subuh Jadi Kebiasaan, UPT SDN 121 Lampenai Beri Penghargaan Setiap Bulan

44
×

Pejuang Subuh Jadi Kebiasaan, UPT SDN 121 Lampenai Beri Penghargaan Setiap Bulan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Sebagai bentuk apresiasi terhadap kedisiplinan dan kesungguhan siswa dalam menjalankan ibadah, UPT SDN 121 Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, memberikan hadiah kepada siswa-siswi yang aktif mengikuti program Pejuang Subuh.

Pemberian hadiah tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/10/2026), setelah kegiatan salat Duha berjamaah di halaman sekolah.

Program pemberian apresiasi ini telah berjalan selama tiga bulan terakhir dan dilaksanakan setiap akhir bulan.

Hadiah diberikan kepada siswa yang dinilai paling rajin melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid serta konsisten menjalankan salat lima waktu.

 

Kepala UPT SDN 121 Lampenai, Suryana Arsyad, S.Pd.SD., saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pemberian hadiah tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi peserta didik agar semakin disiplin dalam menjalankan ibadah.

Menurutnya, program Pejuang Subuh merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Melalui program tersebut, pihak sekolah melihat adanya dampak positif terhadap kebiasaan beribadah para siswa.

“Melalui program Pejuang Subuh ini, kami melihat perubahan nyata pada anak-anak. Mereka semakin rajin melaksanakan salat berjamaah di masjid maupun di rumah, khususnya bagi siswa yang jarak rumahnya cukup jauh dari masjid,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, apresiasi tidak hanya diberikan kepada siswa yang rajin melaksanakan salat Subuh, tetapi juga kepada mereka yang konsisten menjalankan salat lima waktu.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik, pihak sekolah juga melakukan pemantauan melalui buku kontrol ibadah dan daftar hadir siswa sebagai bentuk dokumentasi serta evaluasi kedisiplinan peserta didik.

Suryana berharap program Pejuang Subuh dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter serta kebiasaan beribadah siswa.

“Harapan kami, melalui program ini anak-anak semakin sadar akan pentingnya ibadah. Mudah-mudahan kebiasaan baik ini terus tumbuh sehingga mereka melaksanakan salat bukan lagi karena disuruh atau diingatkan, tetapi karena sudah menjadi kesadaran dan kebutuhan mereka sendiri,” tutupnya. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *