Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Jadikan Pokdarwis Penggerak Ekonomi, Disparmudora Luwu Timur Bekali Keterampilan Pengelolaan Wisata

93
×

Jadikan Pokdarwis Penggerak Ekonomi, Disparmudora Luwu Timur Bekali Keterampilan Pengelolaan Wisata

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur menggelar Pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Aula Wisma Golden House, pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Asiz, S.Pi., M.Si., yang mewakili Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Dalam sambutannya, Aswan Asiz menegaskan bahwa Luwu Timur memiliki kekayaan potensi wisata yang luar biasa besar dan beragam, mulai dari keindahan Danau Matano, Danau Towuti, Danau Mahalona, pantai, air terjun, hingga kekayaan budaya dan produk ekonomi kreatif masyarakat yang menjadi identitas daerah.

“Namun, kita harus menyadari bahwa potensi wisata yang besar tidak akan berkembang secara optimal tanpa adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga, mengelola, dan mengembangkan daya tarik wisata tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Pokdarwis memiliki peran yang sangat strategis. Kelompok ini bukan sekadar wadah pendukung kegiatan pariwisata, melainkan penggerak kesadaran, partisipasi, dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan destinasi wisata yang bersih, aman, nyaman, tertib, indah, dan berkelanjutan. Melalui Pokdarwis, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama yang juga merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata di wilayahnya.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus serta anggota Pokdarwis. Harapannya, tidak hanya sekadar teori, tetapi memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” jelas Aswan.

Dalam kesempatan tersebut, Aswan menyampaikan empat pesan penting kepada para peserta:

Pertama, tingkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap potensi wisata di wilayah masing-masing. Kenali keunggulan destinasi, jaga kelestarian lingkungan, rawat kebersihan, serta lestarikan budaya dan kearifan lokal daerah.

Kedua, tingkatkan kualitas pelayanan. Wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga keamanan, kenyamanan, keramahan, dan informasi yang jelas. Pelayanan yang baik harus menjadi budaya bersama.

Ketiga, bangun kolaborasi dan kemitraan. Pengembangan wisata tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu sinergi dengan pemerintah desa, pelaku usaha, UMKM, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.

Keempat, dorong tumbuhnya ekonomi masyarakat. Pariwisata harus memberi manfaat nyata melalui pengembangan kuliner lokal, kerajinan, jasa pemandu wisata, dan peluang usaha lainnya. Sehingga pariwisata menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

Terakhir, Aswan berharap peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menggali solusi atas tantangan di lapangan. “Jadikan pelatihan ini momentum memperkuat komitmen bersama membangun pariwisata Luwu Timur yang berkualitas, berdaya saing, berbasis masyarakat, dan tetap menjaga kelestarian alam serta budaya,” pungkasnya. (Rama).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *