Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Video: Selain di Door, Pemuda Desa Teromu Ini Diseruduk Mobil Lantas Polres Lutim

509
×

Video: Selain di Door, Pemuda Desa Teromu Ini Diseruduk Mobil Lantas Polres Lutim

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sungguh malang nasib yang dialami Alm. Amril alias Ari (26) warga desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, atas kematiannya yang cukup tragis.

Lantaran ngamuk di Pasar lalu melanjutkan aksinya di Jl. Trans Sulawesi, Desa Mulyasri, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Sulsel, tepatnya, sekitar Hotel Melati Mekar atau Toko Tilung, dengan terpaksa hidupnya berakhir di pucuk senjata.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ngamuk, turut anggota TNI dan anggota Provos Polres Lutim menjadi korban terkena sabetan parang saat mencekal aksi brutal itu.

Tak hanya itu, Alm. Amril juga meluapkan kemarahan dengan menebas tangki kendaraan dinas sepeda motor milik TNI.

Karena dianggap mengancam keselamatan warga yang melintas Polisi akhirnya menembak Alm. Amril lalu menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju RSUD I Lagaligo Wotu.

Tak hanya itu, kembali beredar video sebelum Alm. Amril tewas yang berhasil diabadikan warganet.

Dimana video yang berdurasi 01.15 itu, tampak di durasi 39 detik Alm. Amril berlari ditengah jalan dengan membawa sebilah parang, tiba-tiba dari arah berlawanan mobil dinas milik Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Luwu Timur, yang belum diketahui pengemudinya menambrak Alm. Amril hingga terseret sejauh 10 meter.

Saat terseret, terlihat pula Alm. Amril masih dapat berdiri di tengah jalan, tiba-tiba dari arah berlawanan kembali mobil dinas milik Polres Lutim diduga nyaris menambrak Almarhum, beruntun saat itu Almarhum meloncat ke tepi jalan.

Sebelumnya, Senin (19/02/18) lalu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Leoanardo Panji Wahyudi, saat melakukan jumpa pers menjelaskan, kami sangat terpaksa harus mengeluarkan tembakan ke pelaku. Pasalnya, kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan aksi brutal itu, namun si pelaku terus menyerang petugas dan bahkan merusak kios pedagang pulsa dan gerobak pedagang sate dengan menggunakan sebilah parang, ungkapnya.

Tak sampai disitu kata AKBP Leonardo, pelaku juga melukai Babinsa dan anggota kami, sekaligus menebas motor dinas Babinsa dan kendaraan Lalulintas.

Lanjutnya, pelaku aksi brutal itu telah dikuasi pengaruh obat Pil PCC yang kemungkinan sudah dikomsumsi sebelumnya. Hal itu diungkapkan orang tua pelaku dan saudaranya. Menurutnya, sebelum kejadian, pelaku sudah dalam kondisi tak stabil saat dirumahnya, melihat kondisi itu saudara pelaku tak memberikan sepeda motor untuk digunakan, akhirnya pelaku berjalan kaki menuju pasar, sehingga aksi pun terjadi, beber AKBP Leonardo.

“Pelaku itu tidak gila atau tak waras, kondisinya hanya dalam pengaruh obat Pil PCC. Oleh sebab itu saat ini kami sementara dalami dimana diperoleh barang itu,” terangnya.

Atas kejadian itu, kami sudah lakukan upaya persuasif ke keluarga pelaku, dengan menanggung seluruh biaya pemakaman, kata Leonardo.

“Yang jelas sebelumnya kami meminta maaf atas kejadian itu, namun karena perbuatan pelaku sudah diluar kesadaraan akhirnya kami hentikan dengan sepucuk peluru,” ucapnya.

Atas kejadian itu, beruntun tak ada korban jiwa yang ditimbulkan amukan pelaku, terhadap anak-anak maupun ibu-ibu yang tak tahu menahu persoalan itu, katanya.

Menanggapi hal itu, Kakak korban, Alimuddin, yang di konfirmasi awak media di Rumah Duka, Selasa (20/02/2018), mengatakan dirinya membantah adanya pernyataan Kapolres Luwu Timur, yakni AKBP Leonardo Panji Wahyudi, S.Ik. yang mengatakan adanya tembakan yang di arahkan ke kaki Almarhum dengan maksud melumpuhkan.

“waktu saya mandikan adik saya sebelum di kuburkan pak, tidak ada bekas peluru di bagian kakinya, cuma luka lecet saja, bekas peluru yang ada cuma di bagian pinggang satu, sama di bagian dada, ada juga luka di kepala pak tapi tidak tahu apa yang kena itu karena hanya darah saja yang keluar,” Kata Alimuddin.

Ia juga mengaku sangat menyayangkan tindakan pihak kepolisian yang menyebabkan kematian adiknya,”Itu mi juga di sayangkan pak, kenapa tidak di lumpuhkan saja” tutupnya.

https://youtu.be/jzmG0gP4CO4

Liputan: Tim | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *