Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Salut, Bhayangkari Lutra berbagi Ke Warga Tak Mampu

486
×

Salut, Bhayangkari Lutra berbagi Ke Warga Tak Mampu

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Meskipun diterpa hujan gerimis Ibu Bhayangkari tetap bersemangat untuk mencari warga kurang di Kabupaten Luwu Utara.

Bhayangkari yang di pimpin istri Kapolres Luwu Utara, Hana Boy mengunjungi sekaligus tiga warga di dusun Radda, desa Radda, kecamatan Baebunta untuk memberikan bantuan berupa sembako, Jumat (27/04/18).

Ada tiga warga yang mendapatkan bantuan sembako tersebut, yaitu Alfrian (20) di mana kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan dan tinggal di rumah berukuran 2×2 meter persegi bersama dengan istri dan anaknya.

Selain Alfrian, S. Tollo (84) juga mendapatkan bantuan yang sama dari ibu bhayangkari, S. Tollo tinggal bersama istrinya D. Jaungan yang mengidap penyakit stroke.

Tidak ketinggalan ibu Kuria (65) juga mendapatkan bantuan sembako dari ibu bhayangkari, dimana ibu kuria adalah seorang janda yang tidak mempunyai anak.

Ibu kuria salah satu warga dusun Radda, desa Radda yang dulunya mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah setempat, tapi bantuan tersebut di hilangkan dari tahun lalu.

Entah apa penyebabnya sehingga bantuan tersebut di hilangkan padahal ibu Kuria sangat lanyak mendapatkan bantuan tersebut.

“Dulu saya dapat bantuan raskin dari pemerintah tapi sudah setahun saya tidak dapat lagi, kata pak dusun, bantuan raskin tersebut dihilangkan,” ujar ibu Kuria.

Usai memberikan bantuan sembako tersebut Hana Boy beserta rombongannya berpamitan dengan warga setempat dan melanjutkan perjalanan menuju kecamatan Sabbang.

Di Sabbang tepatnya dusun Pangalli, desa Dandang, para Bhayangkari juga memberikan bantuan kepada tiga anak yang menyandang disabilitas sejak lahir beserta warga kurang mampu.

Adapun tiga penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan sembako tersebut yaitu Dewi (21) yang tinggal bersama ibunya, Junsu (13) anak dari Minggu dan Rosdiana, dan Maikel (11) yang tinggal bersama ayahnya Agus Duma.

Maikel adalah penyandang disabilitas yang sering kali menyakiti dirinya sendiri sehingga kaki dan tangannya harus di ikat.

“Kalau kaki dan tangannya tidak di ikat, Maikel sering kali menyakiti dirinya sendiri sampai luka-luka makanya saya ikat,” ujar Maikel.

Selain penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan di dusun pangalli tersebut, ada satu warga miskin yang tidak ketinggalan mendapatkan bantuan sembako yaitu Bapak Joni yang tinggal bersama anak dan Istrinya di rumah yang tak layak huni.

Ibu Romma Sangat terharu saat menerima sembako oleh rombongan Hana Boy.

Tak hanya di Kecamatan Sabbang para rombongan bertolak ke Kecamatan Mappadeceng yang didampingi Kapolsek Mappadeceng Iptu I Gusti Putu Ngurah melakukan aksi serupa.

Kali ini, rombongan memberikan santunan berupa sembako terhadap dua warga yang terbilang kurang mampu yakni Ketut (72) yang tinggal bersama kakaknya dan Romma (63) yang tinggal seorang diri.

“Terima kasih banyak bu atas bantuannya, semoga rombongan ibu bhayangkari mendapatkan rejeki yang berlimpah dan panjang umur,” ujar Romma dalam isak tangisnya.

Selain dari ibu bhayangkari warga setempat juga sangat peduli kepada Romma, bentuk kepedulian warga setempat dengan kerap kalinya memberikan bantuan berupa sembako.

Liputan: Rama | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *