Aksi Husler Patahkan Besi Usai Pimpin Upacara Bela Negara

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Aksi memukau ditampilkan kader bela negara usai mengikuti upacara peringatan Hari Bela Negara (Belneg) ke 71 di Lapangan Kecamatan Tomoni. Mulai dari mematahkan besi, memecah botol di kepala hingga memecahkan bata yang tersusun. Bahkan Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler juga ikut melakukan aksi memotong besi dengan tangan kosong.

“Sudah empat angkatan kader bela negara di fasilitasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Mulai Aparat Pemerintah Desa, Para ASN hingga kader partai politik telah dilatih bela negara di Rindam Hasanuddin Pakatto Gowa” kata Husler dalam sambutannya, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya Husler, Pemerintah Daerah sangat mendukung masyarakat maupun aparat pemerintah untuk mengikuti pelatihan kader Bela Negara. “sikap bela negara harus tertanam di jiwa setiap insan warga negara. Saya percaya mereka yang sudah ikut pelatihan bela negara ini akan siap sedia jika dibutuhkan negara” tambahnya.

Upacara peringatan Bela Negara ke 71 Tingkat Kabupaten Luwu Timur dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler. Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan seragam Presiden RI Joko Widodo pada peringatan Hari Bela Negara ke 71.

Dalam pidato itu, Husler mengatakan salah satu berkah yang telah mengantarkan kemerdekaan tanah air dengan digalinya kembali Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan nilai dasar bela negara. Sejalan dengan itu, pada tahun 2018 saya telah menginstruksikan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang dan tataran di seluruh Indonesia dengan melibatkan segenap jajaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud apresiasi atas berbagai keahlian manusia Indonesia.

Dalam aktualisasinya, bela negara harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang di hadapi oleh masyarakat secara umum serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula.

“Bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus” ungkapnya.

“Kita semua mengharapkan agar Aksi Nasional Bela Negara di segenap gatra kehidupan nasional dapat semakin terstruktur, sistematif, dan massif, dengan prioritas dan implementasi yang terukur
sesuai dengan persepsi dan aspirasi masyarakat seluas-luasnya” kuncinya.

Sehari sebelumnya para kader bela negara itu mengikuti proses pembaretan yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur.

Liputan: Hms/Ikp | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *