INPUTRAKYAT_LUTRA,–Anggota DPRD Luwu Utara, Hamka Muslimin ungkap kekecewaannya karena tidak mendapat kesempatan membaca teks Proklamasi saat upacara 17 Agustus 2023 tingkat kecamatan Sukamaju kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
“Saya hadir karena ditugaskan Ketua DPRD mewakili lembaga untuk membacakan teks Proklamasi. Jadi ketika ruang itu tidak ada berarti pelecehan terhadap lembaga,” ajar Hamka Muslimin, Jumat (18/08/2023).
Ketua Fraksi NasDem DRPD Luwu Utara ini menegaskan jika kehadirannya bukan atas nama pribadi tapi atas nama lembaga DPRD Luwu Utara ditandai dengan Surat tugas dan SK Penugasan dari pimpinan DPRD.
“Saya kecewa dan harusnya ada pemberitahuan sebelumnya jika pembacaan teks proklamasi ditiadakan,” kata Hamka Muslimin.
Sementara itu, Plt. Camat Sukamaju Muhammad Hadi menyebutkan jika kegiatan upacara ditingkat kecamatan adalah pengibaran bendera.
“Beda jika pelaksanaan Upacara Detik-detik Proklamasi, maka wajib membaca teks Proklamasi. Dan itu dilakukan ditingkat kabupaten, Provinsi dan Nasional,” ujar Muhammad Hadi yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Luwu Utara.
“Yang wajib dalam upacara pengibaran bendera adalah pembacaan Pancasila, UUD,” lanjut Hadi.
Senada dengan Camat Sukamaju, Danramil Bone-Bone, Kapten CBA Sudirman menyampaikan jika untuk tingkat kecamatan memang hanya upacara pengibaran bendera saja.
“Untuk pembacaan Proklamasi wajib pada kegiatan Upacara detik-detik Proklamasi ada itu ada ditingkat kabupaten, provinsi dan pusat,” ujar Kapten CBA Sudirman.
“Makanya jadwal upacara di kecamatan lebih awal, agar peserta bisa bergeser ke kabupaten untuk Upacara Detik-detik Proklamasi,” kuncinya.
Liputan: Ibnu | Editor: Redaksi.