INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–“Melawan Takdir” merupakan judul Film yang diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang Prof. Hamdan Juhannis. Yang menceritakan getirnya perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Kabupaten Bone sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University.
“Pesan yang ingin saya sampaikan dalam film ini merupakan motivasi hidup khususnya kepada anak muda. Kehidupan akan berubah menjadi lebih baik jika ada keinginan untuk merubahnya, saya ingin menyampaikan ini dalam media visual, karena banyak anak muda yang lebih suka menonton saat ini dari pada membaca, jadi selain buku kita buat filmnya,” ungkap Prof Hamdan Juhannis, Minggu (28/01/18) di XXI Trans Studio Mall Makassar.
Sementara itu, Sutradara film “Melawan Takdir”, Quraisy Mathar menjelaskan, film ini mengambil latar lokasi syuting di dua Negara. Di Indonesia lokasi syutingnya antara lain, Kabupaten Bone, Gowa, Makassar.
Untuk di Australia antara lain di Kota Canbera dan Sidney. Konten dalam film sekitar 60 hingga 70 persen tentang anak-anak, sehingga dinilai layak menjadi film keluarga.
“Film ini banyak memiliki nilai edukasi pembelajaran. Kami optimis hal itu akan menjadi motivasi bagi penontonnya. Diantaranya tentang perjuangan, kerja keras dan sikap pantang menyerah,” tutur Quraisy.
Tak hanya itu, Anggota DPD-MPR RI Iqbal Parewangi yang juga hadiri menonton film Melawan Takdir, mengagap film ini berhasil, menurut nya film ini indah serta penuh motivasi.
“Ini berhasil, menurut saya yang sangat penting memproduksi derita buatan, derita artifisial dimana sekarang salah satu barang paling mewah di permukaan bumi ini yang sangat susah untuk di dapat oleh generasi jaman now, itu adalah penderitaan.”
Lanjut Iqbal Parewangi, penderitaan itu sumber imajinasi kehidupan sumber spirit dan film ini hadirkan dengan sangat indah, penuh inspirasi, penuh imajinasi, tentang penderitaan. Saya tutup ini dengan mengatakan film melawan takdir adalah simulakrum antara derita, cerita dan berita.”Rugi anak Indonesia kalau tidak menonton film sekelas melawan takdir,” katanya.
Anggota DPD-MPR RI ini menyarankan kepada semua yang menyebut diri sebagai anak jaman now, untuk mendapatkan semangat, spirit, motivasi, inspirasi dari film tentang penderitaan yang nikmat ini.
Film “Melawan Takdir” ini menjadi film yang mewakili Indonesia khususnya Sulawesi Selatan pada ajang Festival Film Australia Indonesia. Festival ini digelar atas inisiatif Kedutaan Besar Australia dan digelar di tiga kota di Indonesia, Jakarta (25-28 Januari), Surabaya (26-28 Januari), Denpasar (26-28 Januari), dan dua hari di Makassar (27-29 Januari).
Pemutaran Film melawan Takdir di XXI Trans Studio Mall Makassar di hadiri mulai Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Rektor UIN Alauddin Prof Dr Musafir Pababari, anggota DPD RI M Iqbal Parewangi, Wakil Bupati Bone Ambo Dalle, dan Kapendam XIV Kolonel Alamsyah.
Terlihat pula diikuti, calon Gubernur M Nurdin Halid serta calon Wakil Gubernur Mayjen TNI (purn) Tanribali Lamo juga hadir.
Sejumlah guru besar, professor Dua mantan rektor, Prof Dr Azhar Arsyad PHd (IAIN Alauddin), Prof Dr Aris Munandar, Prof Dr M Qasim Mathar MA, PR III UIN Alauddin Prof Dr Aisyah turut hadir dalam acara ini.
Untuk diketahui, Film ini telah lulus sensor, rencananya Film ini akan tayang serentak di 20 Kota se Indonesia pada bulan April 2018 mendatang.
Liputan: Noya | Editor: Zhakral.
















