INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ratusan masyarakat mengunjungi stand pameran pusaka yang dipusatkan di Andi Nyiwi Parak Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan tersebut dibuka langsung asisten II Pemkab Luwu Timur, Masdin yang ditandai dengan pengguntingan pita, Rabu (14/5/2025) malam.
Pameran pusaka sebanyak 200 an bilah tersebut merupakan rangkaian hari jadi Luwu Timur ke 22 Tahun yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat.
Dalam laporannya, koordinator kegiatan pameran pusaka, Musran Mustaring Passalo mengatakan, bahwa kegiatan ini untuk membangkitkan peredaban besi Luwu.
“Salah satunya tempat kita saat ini (Luwu Timur) merupakan tempat sumbernya peredaban besi,” ungkapnya.
Lanjutnya, kerajaan Luwu kala itu bekerja sama dengan seluruh kerajaan di nusantara ini sebagaimana tertuang dalam kitab kertagama.
“Dalam kitab itu berulang-ulang disebutkan dua wilayah di daerah kita ini yang bahan baku besi pusaka atau senjata pusaka untuk kerajaan di Nusantara bersumber dari Ussu dan Matano,” jelasnya.
Namun kata Musran, saat ini sangat disayangkan minimnya kepedulian terhadap sejarahnya sendiri.
“Masa kita tidak peduli dengan sejarah kita sendiri, sementara orang-orang luar berlomba-lomba mencari tahu sejarah, kebudayaan dan benda pusaka yang kita miliki,” ujarnya.
“Seharusnya kita jangan melupakan sejarah dan kebudayaan kita, mari kita angkat tana Luwu menjadi kebanggaan kita, karena kalau kita melupakan sejarah maka kedepan kita akan kehilangan sejarah,” sambungnya lagi.
Melalui kesempatan itu, Ia juga mengajak mendukung kegiatan pesta rakyat ini untuk mewujudkan Luwu Timur maju melalui sisi budaya.
Diceritakannya, kerajaan Luwu ini sebelumya berada di Bumi Batara Guru tepatnya di Ussu kemudian bergeser di Malangke dan terakhir di Kota Palopo.
“Nah, kalau kita semua tidak menjaga sejarah itu, maka sejarah kita akan tenggelam dan kita kehilangan bukti-bukti sejarah,” tandas Musran.
Ia menyebut, dulu benda pusaka kita dijarah orang dari luar dan mengambil besi peredaban kita berton-ton, dengan kondisi itu lahirlah Pompessi yang dibentuk oleh YM Datu Luwu Andi Maradang Makkulau.
Tujuannya kata dia, untuk menjaga dan mempertahankan peredaban besi serta budaya Tana Luwu.
Meski begitu, melalui kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa untuk mendukung mempertahakan peredaban besi pusaka kita, saya minta Pemda Lutim membangun musium.
“Ditempat itu lah nantinya akan kita simpan semua besi pusaka yang menjadi peninggalan sejarah, sehingga pusaka kita tidak lagi diklaim oleh orang luar,” pintanya.
Sementara itu, asisten II yang juga Plt Kadis perpustakaan dan kearsipan Lutim, Masdin menuturkan permohonan maaf ketidakhadiran bupati dan wakil bupati Lutim.
“Beliau berdua sedang diluar daerah mengikuti kegiataan yang menyangkut dengan daerah kita. Meski begitu beliau titip pesan hangatnya untuk kita semua,” ucapnya.
Ia melanjutkan, bahwa kegiatan pameran pusaka ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial saja, tetapi bagaimana hadir sebagai bentuk nyata dalam menghargai sejarah.
Terkait dengan musium kata Masdin, saya mengundang teman-teman Pompessi untuk membicarakan hal ini.
“Besi pusaka kita ini sangat penting, dan patut kita pertahankan agar tidak dikuasai atau diklaim oleh orang luar,” pungkasnya.














