INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sebanyak 8 orang dari Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Luwu Timur dibawah komando dr. Ani Nurbani Irwan bakal terjun langsung ke lokasi bencana gempa bumi tepatnya di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
Menurut Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, ke delapan orang tersebut empat diantaranya sudah berangkat pada Sabtu 29 September kemarin. Kemudian pagi ini disusul 4 orang lagi, ungkapnya kepada InputRakyat.co.id, Minggu (30/09/18).
Terjunnya Tim PSC 119 ini dalam rangka memberikan pertolongan medis kepada korban bencana gempa, terang orang nomor dua di Lutim ini.
Tak hanya itu kata Irwan, usaha untuk melakukan pencarian, pertolongan dan penyelamatan terhadap keadaan darurat yang dialami baik manusia maupun harta benda yang berharga lainnya, maka rekan-rekan dari Search And Rescue (SAR) Sorowako turut pula terjun ke lokasi bencana.
“Ada 10 orang dari Tim SAR Sorowako mendampingi PSC 119 berangkat. Jadi total keseluruhan yang terjun ke lokasi bencana sebanyak 18 orang,” bebernya.
Untuk masa tugas aksi kemanusiaan ini, kami tidak tahu. Yang jelas ketika situasi sudah membaik mungkin baru balik ke Lutim, dan pastinya kita doakan mereka agar diberikan kesehatan, keselamatan serta kemudahan dalam tugas, ucapnya.
Untuk korban gempa agar bersabar dan terus bersandarkan diri kepadaNya. Bagi korban meninggal dunia dalam musibah ini, mari kita doakan semoga Allah SWT menempatkan disisinya. Amin, tutup Irwan.
Untuk diketahui, guncangan gempa bumi di dua titik yakni Donggala dan Palu, Sulteng, berkekuatan 7,7 skala richter.
Itu terjadi pada Jumat 25 Sepetember. Berdasarkan informasi sebagaimana dikutip dari Kantor berita Antara, Sabtu (29/09) malam, bahwa jumlah korban tewas akibat Tsunami dan gempa di Palu, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilem Rampangilei, sudah mencapai 420 orang. Angka korban belum termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses di tengah komunikasi yang terputus.
Kata Wilem, angka itu baru di wilayah Kota Palu belum termasuk di Kabupaten Donggala dan Sigi.
Menurutnya, angka tersebut kemungkinan bertambah dikarenakan banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya.
Sehingga kemungkinan ada korban tertimbun di bangunan-bangunan tersebut, tutup Wilem.
Liputan: Arif | Editor: Amk.














