INPUTRAKYAT_LUTIM,–Baruga Collaboration Center (BCC) Kota Malili, Desa Baruga, Luwu Timur makin memprihatinkan.
Pasalnya, dibeberapa titik mengalami kerusakan berat hingga terancam ambruk, sebagaimana pantauan media ini.
Diketahui, bangunan ini diresmikan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim 3 bulan lalu, yang dihadiri langsung PT. Vale.
PT. Vale selaku penyedia anggaran melalui program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM). Khusus BCC menelan Rp 2 Miliar lebih.
Pengurus BCC Malili yang enggan dipublikasikan namanya yang sempat ditemui menyebut kalau BCC terancam tidak difungsikan.
“Karena kondisinya yang makin rusak parah, ada beberapa sarana yang kami tidak fungsikan lagi diantaranya wahana permainan anak-anak,” ungkap sumber, Rabu (07/07/2021).
Tempat itu terpaksa kami tutup, karena landasannya sudah mulai bergeser, dan kami takutkan akan menelan korban, sambungnya lagi.
Selain itu kata dia, tersebar pula dibeberapa titik yang mengalami kerusakan parah diantaranya lantai paving block.
“Kami sudah koordinasikan persoalan ini tetapi tidak ada yang mau bertanggung jawab,” tutupnya.
Menyikapi hal itu, Ketua Pospera Kecamatan Malili, Indra Firdaus menyayangkan bangunan menelan anggaran sebesar ini rusak parah.
“Masa baru tiga bulan pasca diresmikan Bupati langsung rusak berat. Ini kemungkinan perencanaannya diawal yang salah,” terangnya.
Seharusnya dengan kondisi seperti ini lanjutnya, kontraktor sampai pengurus BKAD Desa dan Kecamatan bertanggung jawab.
“Kalau bangunan megah seperti ini dibiarkan tentu sangat disayangkan kalau anggaran Rp 2 Miliar lebih mubasir,” tandasnya.
Olehnya itu, kami meminta PT. Vale tidak tutup mata dengan mengaudit pelaksana kegiatan sekaligus melaporkan persoalan ini ke aparat penegak hukum.
Karena perlu PT. Vale ketahui bahwa ada dua proyek di dalam program tersebut bersoal seperti BCC dan apartemen ikan.
“Dengan kondisi seperti itu tentu sangat merugikan kami selaku masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.
















