INPUTRAKYAT_LUTIM, — Stadion H. Andi Hasan Opu To Hatta, Malili, menjadi arena adu gengsi antara pemerintah daerah dan legislatif Kabupaten Luwu Timur. Dalam laga ekshibisi pada penutupan turnamen sepak bola antarorganisasi perangkat daerah dan instansi vertikal, Senin, 3 Agustus 2026, Tim Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengalahkan Tim DPRD dengan skor 1-0.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menjadi penentu kemenangan. Ia mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan yang berlangsung di tengah rangkaian penutupan turnamen Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur.
Tim DPRD diperkuat sejumlah anggota legislatif dan dipimpin Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge. Sementara tim pemerintah daerah turun dengan Irwan sebagai salah satu pemainnya.
Gol Bupati disambut riuh penonton yang berada di stadion. Pertandingan berlangsung kompetitif, tetapi kedua kesebelasan tetap menjaga suasana kekeluargaan.
Bagi Irwan, pertandingan tersebut bukan sekadar persoalan siapa yang mencetak gol atau membawa pulang kemenangan. Ia melihat olahraga sebagai medium untuk mempertemukan aparatur pemerintah, legislatif dan instansi lainnya di luar rutinitas pekerjaan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang terpenting bagaimana kita merajut silaturahmi antarsesama instansi,” ujar Irwan.
Pertandingan ekshibisi itu menjadi bagian dari agenda penutup turnamen sepak bola yang telah berlangsung sejak 22 Juni 2026. Sebanyak 26 tim dari organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal ambil bagian.
Sebelum laga Pemkab versus DPRD, pertandingan final mempertemukan Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melawan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Damkar tampil sebagai juara setelah menang tiga gol tanpa balas.
Tiga gol Damkar dicetak Fery, Taddi dan Uke.
Pada akhir turnamen, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Wawan dari Perkasa menjadi pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol. Pemain terbaik diraih Natalius Talomba dari Damkar, sedangkan penghargaan penjaga gawang terbaik diberikan kepada Rahib dari tim yang sama.
Irwan mengapresiasi seluruh tim, panitia dan perangkat pertandingan yang terlibat. Ia berharap kegiatan olahraga semacam itu tidak berhenti sebagai agenda peringatan hari jadi, tetapi dapat menjadi ruang membangun komunikasi antarinstansi.
Bagi pemerintah daerah, lapangan sepak bola dalam kegiatan tersebut menjadi ruang yang berbeda dari ruang rapat. Di sana, hubungan antara eksekutif, legislatif dan perangkat pemerintahan dibangun melalui pertandingan dan sportivitas.














