Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Bupati Lutim Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat di Pekan Expo K-UMKM

35
×

Bupati Lutim Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat di Pekan Expo K-UMKM

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan pentingnya koperasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Irwan saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang dipusatkan di Lapangan Ini Aku, Sorowako, Kecamatan Nuha, Selasa (6/10/2026).

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan tamu dari 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Ia juga menyebut penyelenggaraan Harkopnas di Luwu Timur merupakan kesempatan untuk mempertemukan berbagai potensi ekonomi, memperluas jejaring usaha, serta memperkenalkan produk unggulan daerah.

Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi lembaga administratif, tetapi harus berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mampu menciptakan transaksi, memperkuat posisi tawar masyarakat, dan meningkatkan pendapatan anggotanya.

“Menjadi tuan rumah bukan sekadar menerima atau menyelenggarakan sebuah agenda, tetapi menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai potensi ekonomi dan memperluas jejaring usaha,” ujar Irwan.

Ia kemudian memaparkan perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Luwu Timur. Dari 128 desa dan kelurahan, hingga 29 September 2026, sebanyak 77 koperasi telah memiliki bangunan fisik yang rampung, sementara enam lainnya masih dalam proses pembangunan.

Selain itu, sebanyak 68 koperasi telah menerima kendaraan operasional untuk mendukung distribusi barang dan hasil bumi masyarakat. Dengan capaian tersebut, Luwu Timur masuk dalam tiga besar daerah dengan jumlah pembangunan Koperasi Merah Putih terbanyak di Sulawesi Selatan.

Irwan mengatakan, Pemkab Luwu Timur ingin membangun koperasi dengan pendekatan yang terintegrasi, yakni menghubungkan potensi desa, produksi masyarakat, UMKM, koperasi dan pasar dalam satu rantai ekonomi.

Ia juga menekankan agar setiap desa mampu mengenali potensi unggulannya, baik di sektor perkebunan, perikanan, peternakan, pangan olahan maupun sektor lainnya.

“Pengembangan komunitas tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Kita juga harus mengetahui siapa pembelinya, kebutuhan pasar, standar kualitas, biaya distribusi dan bagaimana nilai tambahnya tetap dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Menurut Irwan, koperasi harus berperan sebagai agregator, bukan menjadi pesaing UMKM dan pedagang kecil.

Koperasi diharapkan membantu mengumpulkan produk masyarakat, menjaga kualitas, mendukung pengemasan, mengatur distribusi hingga membuka akses pasar yang lebih luas.

“UMKM tetap memproduksi dan berusaha, sementara koperasi memperbesar pasar mereka. Koperasi tidak mengambil ruang ekonomi rakyat, tetapi memperluasnya,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM dapat melahirkan kerja sama, jaringan pemasaran, kemitraan serta peluang usaha baru bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Irwan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,Forkopimda Luwu Timur, PT Vale Indonesia, para pelaku usaha, panitia, tenaga medis, relawan, media, serta masyarakat Sorowako yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia juga mengapresiasi para guru SDN Kompleks Sorowako yang turut menyiapkan sarapan bagi para peserta selama kegiatan berlangsung.

“Semoga dari Luwu Timur kita dapat menunjukkan bahwa koperasi bisa tumbuh menjadi lembaga yang mandiri, profesional, modern dan benar-benar menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” pungkasnya. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *