Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Bupati Lutim Pimpin Upacara Hardiknas Tahun 2018 

314
×

Bupati Lutim Pimpin Upacara Hardiknas Tahun 2018 

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Bupati Luwu Timur memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tingkat Kabupaten Luwu Timur Tahun 2018, dengan Tema Hardiknas 2018 adalah  “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” berlangsung di Lapangan Merdeka Malili, Rabu 2 Mei 2018.

Peringatan hari Pendidikan Nasional tahun ini, mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, diikuti oleh Forkopimda Luwu Timur, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam, Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Muh Siddiq, Sekertaris Daerah, Bahri Suli, Ketua TP PKK dan Wakil TP PKK, Ketua Bhayangkari, Ketua Dharmawanita Persatuan, Pejabat OPD lingkup Pemkab Luwu Timur, jajaran Dinas Pendidikan, para guru, Pengawas, pelajar, Pol-PP,

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ia mengatakan, tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional, tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara.

Saya mengajak seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan agar dapat meneladani Ki Hadjar Dewantara, dan menjadikan momentum peringatan Hardiknas ini untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan dan kebudayaan,” ungkap Husler.

Husler menyampaikan tiga jalur pendidikan, yakni jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Ketiga jalur pendidikan tersebut diposisikan setara dan saling melengkapi.

Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih jalur pendidikan, dan pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut,” katanya.

Dalam berkebudayaan, lanjut Husler, Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal kebudayaan bahkan Indonesia sebagai negara adidaya (super power) kebudayaan.

Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghujam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia,” tutur Bupati Luwu Timur.

Untuk itu, kata Husler,  pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya-upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Pada Peringatan Hardiknas 2018 Bupati memberikan Penghargaan kepada Kepala Sekolah berprestasi dan Guru Berprestasi dirangkaikan dengan Penandatanganan prasasti bangunan Fisik 2017 dan penandatanganan Oprasional aplikasi keuangan lingkup Dinas Pendidikan.

Liputan: Ishak | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *