INPUTRAKYAT_MAKASSAR,,- Dinas pemberdayaan perempuan dan anak telah mengambil alih pengawasan AR, bocah kurir sabu yang tertangkap Senin 6 Agustus lalu. AR di bawa ke shelter Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar , di jalan Angrek Makassar.
Petugas TP2TP2A Mahmur menjelaskan selama berada di shelter AR diberikan bimbingan konseling agar sang anak tidak mengelami trauma. “Bimbingan motivasi agar sang anak bisa mendapatkan kembali percata dirinya, karena selama ini ada publikasi di media sosial yang terlalu vulgar tentang dia salah satunya memperlihatkan wajah korban” Ujar Makmur saat di temui di sela-sela pemberian konseling pada AR, Kamis, (9/8/18).
Makmur menyebut korban juga mengalami trauma untuk bertemu dengan wartawan.AR juga takut akan di masukkan ke dalam penjara ia bahkan meminta agar petugas tidak membawanya “ Dia ini juga korban dia takut karena dia dengar cerita kalo dia akan masuk ke penjara, makanya dia minta tolong pak saya tidak mau di penjara” tutur Makmur menirukan kata-kata AR.
Makmur juga menuturkan AR sangat menyesal telah menjadi kurir sabu, Bocah yang baru lulus Sekolah Menengah Pertama ini, juga berjanji tidak akan terlibat dalam masalah serupa.
Lebih jauh Makmur menjelaskan dari cerita AR, anak SD yang selama ini di duga sebagai bandar adalah teman korban yang di suruh oleh seseorang untuk menjual sabu.AR juga menyebut uang hasil penjualan akan di bagi 2 dengan teman korban.
TP2TP2 berencana mengambilh alih hak asuh AR karena orang tua korban saat ini berada dalam tahanan.
Noya |Editor : AMK














