Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Desa Terpencil di Luwu Timur Sasaran Program Indonesia Terang

455
×

Desa Terpencil di Luwu Timur Sasaran Program Indonesia Terang

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pemerintah Daerah Luwu Timur melalui Badan Perencana Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANDA) menggelar sosialisasi indonesia terang bersama Lembaga Pengembangan CSRI Indonesia (LPCI) ,Selasa (07/11/2018) di Aula Dinas Pendidikan, Luwu Timur.

Dalam Laporannya Mujahid Shaleh ,
mengaku sangat senang dan menyambut baik program Indonesia Terang yang tengah digalakkan oleh LPCI.

Dengan hadirnya program ini diharapkan pemerataan penerangan akan makin cepat terwujud di Kabupaten Luwu Timur.

“Ini sangat tepat, sesuai dengan program prioritas yang tertuang dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur”, tambahnya.

Lanjut, ia menambahkan Pemerintah Daerah tentu memberikan apresiasi dan penghargaan setinggih-tingginya atas program ini, karena kehadiran Lembaga Pengembangan CSR Indonesia ini juga membantu dan memudahkan tugas Pemerintah Daerah dalam memberikan fasilitas penerangan kepada masyarakat.

Sementara H. Nurdin selaku koordinator Tim LPCI Sulawesi yang memimpin rombongan, memaparkan bahwa  program yang ditawarkan LPCI  diharapkan mampu mendukung program pemerintah Daerah Luwu Timur.

“Kami datang menghadirkan program indonesia terang yakni terdiri dari elektrikfikasi mandiri dan infrastruktur sipil, terang Nurdin.

Sasaran program LPCI adalah Desa tertinggal di Kabupaten Luwu Timur ,untuk tahap pertama sebanyak 20 desa di setiap kabupaten/kota.

LPCI untuk saat ini berkonsentrasi pada CSR yang bersumber dari swasta multi nasional seperti Negara Korea juga sedang menjajaki dengan Republik Rakyat China dan Jepang.

LPCI ingin memberikan edukasi kepada pengusaha swasta nasional agar selanjutnya dapat mencontoh swasta multi nasional.

Di negara lain dana CSR menjadi salah satu pendukung pembangunan serta penanganan masyarakat miskin.

“Di masa yang akan datang LPCI akan menawarkan kerjasama pengelolaan dana CSR swasta nasional yang akan beroperasi di kabupaten Luwu Timur”, harapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Program ini sudah berjalan pada 13 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk Sulsel.

“Target tahap pertama untuk tahun 2018 akan dilaksanakan pada 15 sampai 20 Provinsi. Sulsel adalah salah satu Provinsi yang sedang kita sosialisasi,” tambahnya lagi.

Kegiatan yang dihadiri oleh Puluhan Kepala Desa se kabupaten Luwu Timur ini, juga dihadiri Kepala Bapelitbanda Luwu Timur Muh. Abriamsyah, dan sejumlah camat se Kabupaten Luwu Timur.

Liputan: Yudi | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *