Diduga Gangguan Jiwa, Mahasiswa Ini Tebas Keponakan dan Sepupunya

  • Whatsapp

Foto: Terduga Pelaku diamankan di Mapolres Lutra

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Warga Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, digegerkan dengan aksi pembunuhan sadis yang dilakukan Ahmad Basri (30).

Dimana Ahmad Basri kelap mata hingga tega membacok dua bocah yakni IA (5) dan SI (5), serta korban lainnya, Jumurdin (37).

Kejadian di Jalan Lingkar Utara, Dusun Lembang Batu, Desa Sumilling, Kecamatan Masamba, Minggu (14/06/2020) Pukul 08.00 WITA.

Informasi yang dihimpun, aksi brutal tersebut mengakibatkan kedua bocah tersebut meregang nyawa.

 

IA mengalami luka terbuka pada kepala bagian belakang. Sementara korban SI mengalami luka terbuka pada pipi sebelah kanan, luka terbuka pada betis sebelah kanan, luka terbuka pada kepala belakang, luka sayatan pada leher serta terlepas dari tubuh.

Tidak sampai disitu, korban lainnya yakni Jumurdin mengalami luka terbuka dibagian telinga kiri serta dibagian kaki.

Diketahui, pelaku merupakan paman dari kedua bocah tersebut. Dimana ayah kandung IA merupakan saudara kandung pelaku.

Sementara ayah SI yang juga mantan Kades Sumilling, Irdan merupakan kaka sepupu pelaku. Demikian pula Jumurdin, yang tak lain adalah kaka sepupu pelaku.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal menuturkan, bahwa pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Luwu Utara.

“Beberapa saat setelah kejadian tersebut, pelaku langsung ditangkap,” ujarnya kepada wartawan.

Diceritakannya, saat itu korban kedua bocah tersebut sementara bermain di depan rumah pelaku.

Pada saat itu, pelaku sedang duduk di depan rumahnya sambil memegang parang, tak lama kemudian pelaku langsung keluar ke jalan dan melihat seorang tukang ojek, Badaruddin.

Tiba-tiba pelaku mengejar tukang ojek tersebut. Merasa dirinya terancam, Badaruddin langsung bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motornya.

Tak berhasil mengejar Badaruddin, pelaku masih berdiri disekitar jalan sambil memegang parang lalu melihat korban Jumurdin yang sedang mengendarai sepeda motor menuju Dusun Lembang Batu.

Seketika itu juga pelaku menghampiri Jumurdin lalu menebas sebanyak satu kali, korban langsung malarikan diri dan meninggalkan sepeda motor miliknya di tempat kejadian.

Tidak sampai disitu, pelaku juga membabi buta lalu menebas kedua bocah tersebut yang saat itu sedang berjalan kaki di sekitar tempat kejadian.

Warga setempat yang melihat kejadian itu langsung berusaha menghentikan aksi brutal Ahmad Basri, namun pelaku berusaha melakukan perlawanan dengan menggunakan parang.

Selang beberapa menit kemudian, aksi pelaku berhasil dihentikan warga, kemudian mengikat tangan dan kaki pelaku di pagar rumah warga.

Lanjutnya, berdasarkan hasil keterangan keluarga dan saksi, bahwasanya pelaku pernah di rawat di RS Dadi Makassar pada tahun 2013 lalu selama 1 tahun 2 bulan.

Setelah keluar dari RS Dadi, pelaku melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Palopo, dan saat ini sudah memasuki tahap akhir (KKN).

Selain kuliah kata Syamsul, pelaku juga bekerja di instansi pemerintah sebagai Polisi Kehutanan (Polhut) dan keseharian pelaku terlihat baik-baik saja.

“Motif kejadian itu masih kami dalami. Sementara pelaku belum memberikan keterangan, karena saat ditanya pelaku hanya memilih diam,” terangnya.

Atas perbuatannya tambah Syamsul, pelaku dijerat pasal 80 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara, dan juga pasal 354 KUHP aniaya berat, karena salah satu korbannya adalah orang dewasa.

Liputan: Rk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *