INPUTRAKYAT_LUTIM,--Kades Lakawali Pantai, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Andi Wahyudin mengecam aktivitas kapal tongkang mitra PT. Vale Indonesia.
Menurutnya, kapal tongkang tersebut sering kali sandar di wilayah Desa Lakawali Pantai dan terulang lagi hari ini, Sabtu (02/10/2021).
Ketika sandar, tali kapal diikat di pohon mangrove. Bahkan, beberapa pohon mangrove rusak akibat hantaman kapal ketika parkir, sambungnya lagi.
“Kapal tersebut merupakan milik mitra PT. Vale Indonesia yang memuat batu bara. Selain merusak pohon mangrove, sisa batu bara diatas kapal pun berjatuhan ke Laut,” ungkapnya kepada wartawan.
Lanjutnya, persoalan ini sudah saya sampaikan ke pihak PT. Vale saat digelar pertemuan di Kantor DLH Lutim, dan dipertemuan itu pihak PT. Vale hanya menjawab kalau pihaknya baru mengetahui hal itu.
“Ini sudah kelewatan, kami keberatan dengan aktivitas PT. Vale, mereka harus tahu kalau wilayah kami bukan area pemberdayaannya,” tandas Andi Wahyudin dengan nada geram.
Olehnya itu, dalam waktu dekat kami akan mempersoalkan tindakan tersebut, karena sudah merusak pohon mangrove dan sangat mengganggu aktivitas petani tambak kami, tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Vale Indonesia terkait persoalan tersebut.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.















