INPUTRAKYAT_PALOPO,–Kantor Bank Sulselbar cabang Palopo, Sulawesi Selatan, di demo, Selasa (24/6/2025), pagi.
Masa yang berunjuk rasa merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH).
Mereka menuntut agar pimpinan Bank Sulselbar cabang Palopo, inisial IDM dicopot dari jabatannya.
Alasannya, IDM diduga terseret dalam kasus kredit macet ketika masih memimpin Bank Sulselbar cabang Malili.
“Kami mendesak pimpinan pusat Bank Sulselbar segera mencopot Kacab Palopo, karena dikhawatirkan kejahatannya akan diulang,” kata Adrianto Talubung, Koordinator aksi dalam orasinya.
Tidak hanya berorasi, para demonstran juga membakar ban bekas di lokasi aksi sebagai bentuk protes atas dugaan perbuatan IDM.
Pengunjuk rasa saling bergantian orasi menyampaikan poin-poin tuntutan di depan kantor Bank Sulselbar cabang Palopo.
IDM saat dikonfirmasi mengenai aksi tersebut belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Sekedar diketahui, saat IDM menjabat sebagai pimpinan Bank Sulselbar cabang Malili, diduga terlibat kasus kredit macet sebesar Rp 36 Miliar pada Tahun 2021.
Ia diduga bersekongkol dengan debitur SY. Informasi yang dihimpun, awalnya SY mengajukan kredit senilai Rp 11 Miliar dengan agunan kontrak kerja perusahaan tambang nikel di Sorowako.
Berjalannya waktu, kredit Rp 11 Miliar tersebut macet dan kontrak kerja SY dengan perusahaan tambang di Sorowako diputus.
Namun, SY kembali mengajukan kredit dengan jaminan kontrak kerja yang sudah putus.
Dikabarkan, permohonan tersebut tetap disetujui hingga nilainya mencapai Rp 36 Miliar.
Kasus ini juga tengah dalam penyelidikan Subdit II Tipikor Polda Sulsel. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.
Berdasarkan informasi, kasus ini masih menunggu hasil audit dari BPK untuk menentukan perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan.












