INPUTRAKYAT_LUTIM,–Salah satu Kabupaten yang mulai tumbuh dan berkembang menjadi sasaran empuk distribusi narkotika, kalangan muda menjadi target potensial para penjahat narkotika untuk meraup keuntungan. Jika dibiarkan, generasi muda akan mengalami masa kelam.
Hal itu diungkapkan IPTU Hery. M. Z selaku Kasat Resnarkoba Polres Luwu Timur kepada wartawan, Selasa (06/11/18).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sat Resnarkorba bersama BNK Luwu Timur giat melakukan tes urine terhadap sejumlah pelajar se Luwu Timur yang disebut program Go To School, dengan tujuan untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, ujarnya.
Demikian halnya dilakukan hari ini yakni SMA 8 Lutim dan SMPN 1 Tomoni. Pelaksanaan tes urine ini sebagai bentuk peduli dan upaya untuk menyelamatkan masyarakat Luwu Timur khususnya generasi penerus dari penyalahgunaan narkotika.
Program ini merupakan bukti nyata kepedulian Pemerintah khususnya BNK Luwu Timur dan Sat Resnarkoba dalam upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika bagi pelajar di Luwu Timur, ucap Hery.
Melalui program ini kata Hery, diharapkan para pelajar untuk tidak mudah terpengaruh pergaulan bebas serta terus giat meningkatkan ilmu pengetahuan guna menjadi generasi penerus yang mampu mengukir prestasi tanpa narkoba.
“Giat ini digelar sampai hari Selasa pekan depan,” tutupnya.
Hadir dikegiatan tersebut, jajaran Sat Resnarkoba Polres Lutim, pihak BNK dan para tenaga pelajar serta pihak medis.
Untuk diketahui, usai dilakukan tes urine terhadap dua sekolah tersebut menuai hasil negatif.
Liputan: Arif | Editor: Amk.














