INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek lanjutan peningkatan irigasi Ponsoa Desa Tole, Kecamatan Towuti, Lutim diprotes warga setempat.
Pasalnya, proyek tersebut menggunakan material berupa pasir yang bersumber dari sungai Mahalona, sehingga kualitas diragukan.
“Kami menolak proyek ini dilaksanakan kalau masih tetap menggunakan pasir yang bersumber dari Sungai Mahalona,” ungkap Nasruddin selaku Ketua BPD Desa Tole, Minggu (19/09/2021).
Menurutnya, kalau pasir tersebut tetap digunakan tentu kami ragukan kualitas bangunan irigasi nantinya, karena pasir ini terlihat bercampur lumpur.
“Dari dulu ketika ada proyek yang masuk di Mahalona menggunakan pasir dari sini, tidak ada yang beres semua cepat hancur pada akhirnya,” tandasnya.
Makanya kami hentikan proyek ini sampai kontraktor pelaksana menggunakan pasir yang bersumber dari luar seperti Angkona dan lain-lain, tutupnya.
Untuk diketahui, proyek tersebut menelan APBD sebesar Rp 310 juta. Pelaksananya, CV. Bintang Sejahtera.
Liputan: Amrung | Editor: Redaksi.















