Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Hadiri Undangan Warga Balambano Indah, Nur: Kami Tidak Melihat Visi Misi, Ibas – Puspa Sosok Merakyat

1407
×

Hadiri Undangan Warga Balambano Indah, Nur: Kami Tidak Melihat Visi Misi, Ibas – Puspa Sosok Merakyat

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Calon Wakil Bupati Lutim nomor urut 3, Hj. Puspawati Husler memenuhi undangan masyarakat Balambano Indah, Poros Malili, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Rabu (16/10/2024).

Setiba di tempat pertemuan kampanye terbatas, tampak Puspawati Husler menyalami warga satu persatu dan memeluk para lansia.

Tidak sampai disitu, ia tak langsung menyampaikan kampanyenya, melainkan ke dapur meracik kapurung (makanan khas Luwu terbuat dari sagu-red) bersama emak-emak lainnya.

“Makanan ini mi’ ku cari-cari, biar saya racik sendiri,” ucap Puspa sembari menggulung satu persatu kapurung yang sudah disiram dengan air panas.

“Calon pemimpin yang bagaimana kita mau cari, ibu Puspa ini dari dulu seperti ini, tidak pencitraan, dan sangat dekat dengan masyarakat serta merakyat,” timpa Nur Hayanti, warga setempat.

“Ah biasa ji dek, jabatan itu tidak bole kita banggakan, sementara ji itu, la ditempe sia (akan ditinggalkan jua), yang terpenting itu silaturahmi,” sambung Puspa.

Ditanya pandangannya melihat sosok Irwan Bachri Syam (Ibas – Puspa) kata Nur, keduanya sama-sama sosok yang sangat merakyat, ini pasangan ideal.

“Mama aji sapaan Ibu Puspa ini dari dulu begini, kalau dia datang tidak pernah jaga wibawa, beliau tidak segan-segan langsung kedapur cerita-cerita dengan kami, sementara posisi nya pada saat itu sebagai istri bupati,” ucap Nur.

Yang pada intinya lanjut Nur, kami tidak melihat visi misi, kami melihat figur, na yang pemimpin begini ji yang kami mau, merakyat dan sederhana.

“Kami warga Balambano Indah 80 persen mendukung Ibas – Puspa, biar kami dikasi uang kami tidak akan meninggalkan Ibas – Puspa,” tandasnya.

Usai bersantap siang, Puspa pun menyampaikan kampanyenya diantaranya membeberkan tiga kartu sakti. Na’ kalau program kami ini tidak masuk akal tidak mungkin visi misi kami ini lolos di KPU dan pasti ditolak.

“Jangan mi ragu, visi misi kami ini adalah skala proritas, dan persoalan kartu Lansia itu sudah dihitung-hitung dan sudah melalui kajian, uang daerah itu mau dikemanakan kalau bukan untuk masyarakat,” terang Puspa.

Lanjutnya, kami menghargai dan menghormati para orang tua kita di Lutim, dan sepatutnya lah kita bahagiakan mereka, pemerintah harus hadir ditengah-tengah para lansia.

Menyinggung soal nyinyiran soal kartu lansia tidak masuk akal tambahnya, biasa lah yang begitu, nda usa ditanggapi, kami hadir ikut bertarung di Pilkada ini hanya semata-mata untuk daerah ini dan untuk masyarakat Lutim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *