Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Harga Anjlok, Warga Mahalona Masih Pertahankan Komoditi Lada

1249
×

Harga Anjlok, Warga Mahalona Masih Pertahankan Komoditi Lada

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Harga komoditi lada di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, makin hari semakin mencemaskan, sehingga para petani harus beralih ke komoditi lain yang lebih menjanjikan.

Selain memilih beralih komoditi, tak tanggung-tanggung para petani dikabarkan harus menjual lahan perkebunannya.

Hal tersebut disebabkan anjloknya harga lada dari Rp. 150 ribu perkilo gram menjadi Rp. 40 ribu perkilo gram saat ini.

Namun lain halnya para petani di wilayah Mahalona Raya yang meliputi Desa Tole, Desa Kalosi, Desa Buangin, Desa Libukan Mandiri dan Desa Mahalona, kecamatan Towuti, Lutim.

Meski diterpa harga yang terbilang pedis, warga di wilayah tersebut bersama pemerintah desa sampai saat ini masih optimis mengembangkan komoditi lada.

Campur tangan pemerintah desa tersebut tak lain adalah mewujudkan niat pemerintah untuk menjadikan kecamatan Towuti sebagai sentra penghasil merica di Kabupaten Luwu Timur.

Hal itu dibuktikan salah satu warga Desa Mahalona, Pither Lemba. Dimana tahun ini mengalami peningkatan hasil jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepada InputRakyat.co.id, Ia mengaku kalau hasil panen lada tahun ini meningkat, Kamis (03/01/19).

“Keberhasilan ini tak terlepas dari upaya dan semangat untuk mencapai hasil yang memuaskan, serta dorongan pemerintah desa dalam memberikan motifasi,” ucap Pither di kediamannya saat menggelar syukuran yang dihadiri Kades Mahalona, M. Ahyar.

Anjloknya harga lada kata Pither, tidak menjadikan kami patah semangat dalam mengembangkan komoditi lada di Mahalona. “Karena kami yakin harga lada akan kembali normal,” tutupnya.

Liputan: Ali | Editor: Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *