Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

IBAS Hadiri Kongres PII ke 22 di Bali

708
×

IBAS Hadiri Kongres PII ke 22 di Bali

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menghadiri kongres PII XXII di Bali.

Kegiatan yang berlangsung sejak 16-18 Desember 2021 itu mengusung tema “Penguatan Insinyur Profesional Indonesia Menuju Kepemimpinan Indonesia di Panggung Dunia”.

Demikian diungkapkan IBAS sapaan akrab Irwan Bachri Syam saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (18/12/2021). “Iya de, saya lagi di Bali menghadiri kongres PII,” ungkapnya.

Namun yang pastinya, Insya Allah PII Lutim kedepan selalu memberikan kontribusi terhadap daerah ini dan hadir ditengah masyarakat, tambahnya.

Selain Irwan Bachri Syam ikut dalam kegiatan tersebut, hadir pula Ketua Umum PII pusat, Heru Dewanto beserta pengurus DPP PII lainnya dan dibuka langsung wakil presiden RI, Prof.KH.Ma’ruf Amin.

Membuka acara secara resmi, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan terima kasih kepada PII (Persatuan Insinyur Indonesia) yang ikut berkontribusi di dunia ke insinyuran dan memajukan pembangunan Indonesia.

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan rasa senang mewakili Presiden Joko Widodo sekaligus bisa membuka kongres kali ini.

“Saya senang dengan tema kongres ke-22 ini karena tema tersebut merefleksikan visi para insinyur Indonesia untuk semakin berperan pada tingkat global,” ujarnya.

Wapres berharap pada kongres kali ini PII mampu merumuskan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan Presidensi G20 beberapa waktu yang lalu yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Selanjutnya, Makruf Amin juga berharap PII ke depan menjadi wadah komunikasi dan sinergi insinyur Indonesia untuk menghasilkan karya-karya yang lebih besar lagi.

“PII harus menginisiasi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terutama untuk memperkuat riset dan inovasi. Insinyur memainkan peranan penting dalam inovasi dan rekayasa teknologi yang mempercepat pembangunan,” katanya.

Wapres mengatakan, kongres kali ini mampu mendorong percepatan penambahan insinyur profesional, agar sejajar dengan negara-negara maju antara lain melalui sertifikasi profesi.

“Data kemendikbud menunjukkan ada sekitar 2.600 insinyur di Indonesia, artinya per satu juta penduduk. Jumlah ini tertinggal oleh negara lain seperti vietnam dan dan korea,” tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *