Example 728x250
Example 728x250
Uncategorized

Ini Perkembangan Ekspor dan Impor Sulsel, Bulan September 2018

464
×

Ini Perkembangan Ekspor dan Impor Sulsel, Bulan September 2018

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawei Selatan merilis berita resmi statistik perkembangan ekspor dan impor bulan September 2018, Minggu (15/8/2018).

Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan September 2018 tercatat mencapai US$ 93,80 Juta.

Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah mengatakan angka ini mengalami penurunan sebesar 5,78 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Agustus 2018 yang mencapai Uss 99,55 Juta.

“Capaian September 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 15,82 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 80,98 Juta.

“Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan September 2018 yaitu nikel; biji bijan berminyak dan tanaman obat; kayu dan barang dari kayu; lak, getah dan damar; serta ikan, udang serta hewan air tidak bertulang belakang lainnya dengan distribusi persentase masing- masing sebesar 62,81 persen, 12,30 persen, 4,16 persern, 4,11 persen dan 3,85 persen,” ujar Yos

Sebagian besar ekspor pada bulan September 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat dan Australia dengan proporsi masing-masing 66,58 persen, 20,82 pcrsen, 4,19 persen dan 1,82 persen.

Sementara itu, Nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawest Selatan pada bulan September 2018 tercatat mencapai US$ 101,38 juta. Angka ini mengalami penurunan 4,63 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Agustus 2018 vang mencapal US$ 106,30 Juta.

Dan untuk capaian September 2018 tercatat mengalami peningatan sebesar 7,76 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 94,08 Juta.

Lima komoditas utama yang dimpor pada bulan September 2018 yaitu bahan bakar mineral; gula dan kembang gula; gandun ganduman; ampas/sisa industry makanan; dan mesin mesin/pesawat mekanik dengan distribusi persentase masingmasing sebesar 52,20 persen, 10,12 persen, 10,06 persen, 9,42 persen dan 6,58 persen.

Sebagian besar impor pada bulan September 2012 didatangkan dari Singapura, Australia, Tiongkok dan Ukraina dengan proporsi masing-masing 50,88 persen, 10,37 persen, 10,16 dan 10, 06 persen.

Liputan : Noya | Editor : Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *