Isu Virus Corona, Plt Kadis Kesehatan Lutim Imbau Masyarakat Jangan Panik

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Virus Corona saat ini menyerang masyarakat negara Cina. Bahkan dikabarkan sudah merambah masuk di Indonesia.

Terkhusus Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, Sulteng.

Dimana di daerah itu terdapat ribuan tenaga asing yang berasal dari negara Cina, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Luwu Timur.

Menyikapi fenomena virus Corona, Plt Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr Rosmini Pandin menghimbau agar masyarakat tidak panik, ungkapnya, Minggu (26/01/2020).

Namun kata dia, tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas dan segera mencari pertolongan ke Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Lanjutnya, masyarakat harus melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat yakni, menjaga kebersihan tangan secara rutin, menghindari mengusap mata, mulut dan hidum sebelum mencuci tangan, menutup mulut dan hidum dengan tisu ketika bersin atau batuk, gunakan masker dan berobat di RS terdekat ketika memiliki gejala saluran pernafasan, istirahat ketika sakit, menjaga pola makan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran.

Selain itu, saya juga menyarankan agar masyarakat menghindari kontak secara dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan, rutin mencuci tangan, menghindari menyentuh hewan, unggas atau hewan liar, patuhi petunjuk keamanan makanan dan konsultasi ke dokter ketika mengalami gejalanya.

Mengantisipasi hal tersebut, kami juga akan menghimbau ke Rumah Sakit agar proaktif melaporkan dan memonitor penyakit menular berpotensi kejadian luar biasa (KLB) termasuk kejadian Pneumonia di lingkungan masyarakat.

Terakhir, mengedukasi ke masyarakat bagaimana cara pencegahan dan pengendalian virus Corona atau Pneumonia, tutupnya.

Untuk diketahui, gejala yang ditimbulkan penyakit ini mirip dengan Pneumenia pada umumnya, diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak.

Perlu diwaspadai bagi orang yang berusia lanjut dan balita. Untuk usia lanjut yang memiliki penyakit penyerta lainnya, menuai resiko tinggi untuk memperberat kondisi.

Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti namun rata-rata gejala yang ditimbulkan setelah 2-14 hari.

Belum diketahui metode transimi, awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan, namun ternyata ditemukan penularan dari manusia ke manusia.

Sementara terkait pencegahan, belum ada vaksin untuk mengatasi kasus tersebut, karena Pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *