Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Jalani Karantina Mandiri, Ali: Saya Harap Pemda Lutim Perhatikan Kami

421
×

Jalani Karantina Mandiri, Ali: Saya Harap Pemda Lutim Perhatikan Kami

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi.

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ali warga Bumper, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, dinyatakan Covid-19 setelah menerima informasi dari RS Awal Bros Sorowako.

Kepada media ini, Ali menceritakan kalau dirinya dinyatakan Covid-19 berdasarkan hasil Swab, yang dihubungi langsung oleh pihak RS melalui via telepon, ungkapnya, Kamis (11/06/2020).

Sebelumnya saya mau mendaftar kerja di PT. Truba, namun sebagai persyaratan setiap pelamar wajib menjalani rapid test, makanya saya ke RS Awal Bros Sorowako, Sabtu (06/06/2020) kemarin.

Setelah jalani rapid test itu, saya dinyatakan reaktif, kemudian diminta keesokan harinya untuk menjalani Swab. Saya pun kembali ke RS dengan menggunakan sepeda motor.

Usai menjalani Swab, pihak RS meminta ke saya untuk menunggu hasilnya tiga hari kedepan. Tepat Selasa malam saya di hubungi pihak RS melalui via telepon bahwasanya hasil Swab dinyatakan positif Covid-19.

Seketika itu juga istri dan kedua anak saya diungsikan ke rumah orang tua. Tak hanya itu, saya juga dihubungi pihak medis dan memberikan dua pilihan apakah saya mengikuti wisata Covid-19 di Makassar atau karantina mandiri.

Mengingat keluarga jauh, saya hanya meminta agar dikarantina mandiri di rumah.

Lanjutnya, selama dinyatakan positif berdasarkan rapid test sampai saat ini, rumah saya belum pernah disemprot disinfektan serta mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari Tim gugus Kabupaten.

“Jadi selama karantina mandiri ini, saya hanya diberi makanan setiap hari oleh saudara yang juga tinggal disamping rumah melalui jendela rumah,” beber Ali.

Tidak hanya itu, saya juga tidak pernah diberikan asupan gizi atau vitamin untuk mendukung proses penyembuhan. “Untung masih ada sedikit uang, jadi saya suruh sauadara untuk belikan vitamin C,” terangnya.

Ditanya kondisi yang dirasakan saat ini kata Ali, saya tidak merasakan ada keluhan, biasa saja, layaknya orang sehat.

“Karena masa karantina mandiri ini cukup lama, oleh sebab itu saya berharap pemerintah daerah Lutim memperhatikan kondisi kami hingga dinyatakan sembuh nantinya,” harapnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *