Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Jelang Idul Adha, Disdagkop UKM Lutim Bentuk Tim Pengawas hingga Desa, Pangkalan Nakal Terancam Sanksi

99
×

Jelang Idul Adha, Disdagkop UKM Lutim Bentuk Tim Pengawas hingga Desa, Pangkalan Nakal Terancam Sanksi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah pengawasan ketat terhadap distribusi LPG 3 kilogram guna menjaga ketersediaan pasokan dan mencegah lonjakan harga di tengah masyarakat.

Pengawasan tersebut dilakukan melalui pembentukan tim yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari camat, agen distributor, kepala desa (kades), hingga lurah di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Disdagkop UKM Luwu Timur, Senfry Octovianus, mengatakan langkah ini merupakan bentuk antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha yang berpotensi mendorong tingginya permintaan tabung gas bersubsidi.

“Saat ini sudah ada riak-riak dan laporan bahwa harga tabung LPG 3 kilogram mengalami kenaikan. Ini akan kami tindak lanjuti. Kalau kami temukan pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Saya ingatkan pangkalan untuk tidak main-main soal harga,” tegas Senfry, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh pihak akan dilibatkan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan pasokan yang masuk ke pangkalan benar-benar terpantau.

“Rencana kami bersinergi dengan agen distributor, camat, kades dan lurah untuk masing-masing mengawal suplai yang tiba di pangkalan dalam wilayah desa maupun kelurahan masing-masing,” katanya.

Menurut Senfry, pengawasan bersama tersebut dilakukan agar distribusi LPG 3 kilogram berjalan tertib dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pelanggaran yang dapat menyebabkan kelangkaan maupun kenaikan harga.

“Ini guna memastikan tidak ada oknum pangkalan yang melanggar,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, koordinasi langsung mulai dilakukan melalui jaringan komunikasi pemerintah kecamatan agar pengawasan dapat berjalan secepatnya.

“Malam ini kami sampaikan dalam grup camat dan para camat akan meneruskan kepada kades maupun lurah agar besok sama-sama mengawal pembagian tabung gas,” lanjutnya.

Selain melibatkan unsur kecamatan dan desa, Senfry juga menginstruksikan seluruh aparatur Disdagkop UKM untuk turun langsung melakukan pengawasan di lapangan.

“Saya perintahkan besok seluruh ASN Disdagkop UKM siaga satu dan menyebar ke tiap kecamatan untuk memantau pangkalan yang menerima suplai tabung gas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, seluruh agen distributor juga diwajibkan melaporkan daftar pangkalan penerima suplai LPG 3 kilogram yang dijadwalkan menerima distribusi pada Selasa, 26 Mei 2026.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengawasan bersama antara unsur dinas, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa dan kelurahan.

“Semua agen wajib melaporkan ke dinas daftar pangkalan yang menerima suplai. Nanti unsur dinas, kecamatan, dan desa/kelurahan melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi,” jelas Senfry.

Ia berharap keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan distributor dapat menjaga distribusi LPG subsidi tetap lancar, harga tetap stabil, serta kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi dengan baik.

Selain pengawasan distribusi, masyarakat juga diimbau membeli LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan dan melalui pangkalan resmi agar penyaluran subsidi tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *