INPUTRAKYAT_LUTIM — Bupati Luwu Timur H. Irwan Bachri Syam memilih mendatangi warga, bukan menunggu mereka datang ke kantor pemerintahan.
Ia membuka ruang dialog di kediaman Mokole Matano, Andi Hasan Said, di Sumasang, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pertemuan yang dikemas sebagai silaturahmi itu berlangsung cair. Irwan meminta warga tidak sekadar menyampaikan pujian, tetapi juga persoalan yang mereka hadapi.
“Sampaikan ki aspirasi ta. Tetapi saya meminta jangan yang manis-manis saja. Saya lebih suka kalau yang pahit-pahit. Tidak apa-apa, sampaikan saja,” kata Irwan.
Kalimat itu menjadi penanda arah pertemuan. Pemerintah datang untuk mendengar.

Warga kemudian bergantian menyampaikan aspirasi. Topiknya beragam, dari prestasi pelajar, pembangunan jalan dan fasilitas umum, nasib relawan, hingga persoalan lahan di kawasan Bumper.
Muh. Iksan, guru SMAN 11 Luwu Timur, menyoroti perhatian pemerintah daerah terhadap anak-anak Luwu Timur yang berprestasi.
Ia mengaku mengikuti aktivitas pemerintah melalui media sosial dan melihat apresiasi terhadap putra-putri daerah sebagai hal yang patut dipertahankan.
“Saya sering menyimak media sosial. Ada satu hal yang sering dilakukan Bupati dan menurut saya positif, yakni mengapresiasi putra-putri Lutim,” ujar Iksan.
Ia menyampaikan kabar tentang siswa SMA di Sorowako yang kembali lolos ke tingkat nasional dalam Olimpiade Nasional. Tahun ini menjadi tahun kedua siswa dari daerah tersebut mencapai tahap nasional.
Dua siswa lainnya juga disebut lolos dalam kompetisi penelitian tingkat nasional dan berpeluang melaju ke babak final.
Iksan berharap pemerintah daerah memberikan perhatian dan apresiasi, termasuk melalui pelepasan secara seremonial.
Menurut dia, dukungan pemerintah dapat menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk berprestasi.
Irwan merespons usulan tersebut. Ia meminta informasi mengenai siswa yang akan mengikuti kompetisi disampaikan kepadanya.
“Kalau soal pelepasan, sampaikan ke saya. Pasti saya lepas. Anak-anak berprestasi harus kita support,” ujar Irwan.
Ia mengatakan dukungan terhadap generasi muda tidak hanya diberikan untuk satu bidang. Pemerintah, kata dia, harus hadir ketika anak-anak Luwu Timur membawa nama daerah dalam berbagai kompetisi.
Aspirasi pembangunan kemudian disampaikan Kepala Dusun Rusman. Ia mengingatkan kembali sejumlah usulan warga, antara lain pembangunan pagar dan pengaspalan jalan. Kondisi di sekitar kawasan Villa juga disebut membutuhkan perhatian.
Menjawab soal jalan, Irwan menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada tahun berikutnya.
“Tahun depan seluruh jalan raya di Luwu Timur kita kerja. Saya tidak mau jalan raya di Lutim kita kerja sedikit-sedikit. Saya mau satu kali penganggaran supaya cepat dirasakan masyarakat,” katanya disambut tepuk tangan warga.
Dari Kelurahan Magani, Artur membawa aspirasi yang lebih personal. Ia mengingatkan perjalanan politik Irwan bersama warga dan para relawan sejak masa kampanye.
“Kami sayang sama Kakak Bupati. Kita akan terus bersama,” ujar Artur.
Ia meminta Irwan tidak melupakan relawan yang menurutnya telah ikut bekerja memenangkan pasangan tersebut.
“Kami relawan menanggung pahit. Alhamdulillah, Bapak Bupati merespons. Jaga relawan ta, Pak,” katanya.
Irwan menjawabnya dengan gaya yang lebih santai. Ia meminta warga tidak cepat tersinggung bila dirinya terlambat membalas pesan atau terlihat tidak menyapa ketika berpapasan.
“Kalau saya tidak balas chat ta, jangan langsung peccu mi ki. Biasa kalau saya lambat sedikit lihat HP. Chat kita kadang tenggelam karena banyak chat yang masuk,” ujarnya.
Ia menyarankan warga yang membutuhkan komunikasi langsung untuk menelepon atau menemuinya. “Nda susah ji saya,” kata Irwan.
Suasana pertemuan pun pecah oleh tawa ketika Irwan menjelaskan alasan dirinya terkadang terlihat tidak menyapa warga.
“Kadang saya melihat kita, tetapi pikiran ku di tempat lain. Kadang pikiran ku di Mangkutana dan Laoli,” ujarnya sembari tertawa.
Dari kawasan Bumper, Husen meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap status lahan yang selama ini menjadi persoalan warga.
Irwan menjelaskan bahwa kawasan tersebut masih berstatus milik PT Vale Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah belum dapat leluasa mengalokasikan pembangunan di kawasan tersebut.
Namun, ia mengatakan persoalan itu tidak berarti dibiarkan. “Saya mau agendakan pertemuan dengan PT Vale untuk bagaimana melepas kawasan tersebut agar bisa diperuntukkan bagi masyarakat,” kata Irwan.
Bagi Irwan, pertemuan dengan warga Sorowako menjadi kesempatan untuk mendengar persoalan secara langsung, sekaligus menjelaskan batas kewenangan pemerintah. (Solihin).














