Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Kadali Korban Urus IUP, Oknum LSM di Lutim Dipolisikan

1298
×

Kadali Korban Urus IUP, Oknum LSM di Lutim Dipolisikan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Demikian halnya yang dilakukan seorang pria berinisial R warga Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Ia mengaku sebagai oknum LSM dan oknum wartawan untuk mengkadali korban, dengan modus menguruskan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) jenis batu pecah dan pasir.

Bahkan, oknum LSM tersebut juga telah ditransferkan uang sebesar Rp. 27.500.000 dari korban berinisial Y warga Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Karena kesal IUP tersebut tak kunjung diberikan ke korban selama satu tahun, Y pun akhirnya melaporkan pelaku ke Polres Luwu Timur.

“Setelah menerima uang, kontak saya diblokir sehingga komunikasi terputus, sejak itu saya berusaha mencari keberadaan R namun tidak ditemukan, belakangan saat aksi R terendus wartawan, R lalu berpura-pura menghubungi korban,” jelas korban Y saat mengadu di Polres Luwu Timur, Senin (29/1/2024).

“Ini sudah hampir setahun, waktu ketemu pertama dia mengaku LSM Wartawan, saya pernah diundang ke Dinas PUPR untuk ekspose, sejak saat itu dia sudah tidak muncul lagi, kontak kami diblokir, sementara uang sudah ditransfer sebanyak tiga kali langsung ke rekening atas namanya yang totalnya Rp 27.500.000,” sambungnya lagi.

Bahkan siang tadi, korban kembali dikadali oleh R, dia berjanji mau menemui korban disalah satu warkop di Malili dengan dalih setelah dirinya bertemu dengan Kapolres Luwu Timur baru akan menyusul ke warkop.

“Iya saya siap temui, tunjuk saja di warkop mana, tapi saya mau ketemu bapak Kapolres dulu karena saya dipanggil menghadap,” ujar Y saat ditemui wartawan di kantin Polres Luwu Timur.

Setelah beberapa jam ditunggu namun R tak kunjung datang, dia kembali dihubungi via telepon namun alasan kembali dilayangkan, jika dirinya sedang mengikuti rapat di Polres, dia berjanji setelah rapat dengan jajaran Polres Luwu Timur, dia akan datang menemui korban di warkop.

Sementara salah seorang personel Polres Luwu Timur yang dikonfirmasi membenarkan jika memang sedang ada rapat via zoom namun yang mengikuti rapat tersebut hanya jajaran PJU Polres Luwu Timur dan Polsek.

Namun hingga pukul. 17.00 Wita, R tak kunjung datang, bahkan saat dihubungi via telepon dan whatsapp, dia tidak merespon lagi, sehingga korban menganggap jika R tidak ada itikad baik untuk bertemu dengan korban.

“Kita dijanji mau ketemu di warkop, tapi setengah hari kita tunggu banyak alasannya, terakhir di telpon-telpon sudah tidak merespon lagi, makanya kami adukan ke Polres, kami hanya ingin kejelasan uang yang kami sudah keluarkan, tapi dia tidak mau temui kami,” ucap korban.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan inisial R mengenai persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *