Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Luwu Timur Tahun Ini Meningkat

Ilustrasi.

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, bulan Januari sampai Juli 2022 sebanyak 48 kasus, meningkat dibandingkan 2021 sebanyak 38 kasus.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun, kasus kekerasan terhadap anak tersebut berupa tindak kekerasan fisik dan seksual.

Meningkatnya kasus anak dibenarkan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lutim, Sukarti, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (25/7/2022) kemarin.

“Iye, tahun ini kasus kekerasan terhadap anak di Lutim meningkat, dan semua kasus ini sudah ditangani oleh UPTD dibawah naungan Dinsos P3A,” ungkapnya.

Menurut Sukarti, untuk kegiatan mulai dari pemenuhan hak anak, perlindungan terhadap perempuan dan anak semua ditangani oleh Bapeda Lutim sebagai Tim gugus tugas, untuk pendampingan korban semua telah ditangani oleh UPTD perlindungan perempuan dan anak.

Sementara itu, terkait meningkatnya kasus ini dikarenakan masyarakat sudah tahu tempat dimana mereka mengadu dan membutuhkan pendampingan, katanya.

“Dengan dibentuknya UPTD serta P2TP2A disetiap kecamatan, kita sudah banyak menerima laporan kasus terhadap anak dari masyarakat,” jelas Sukarti.

Selain itu, kehadiran P2TP2A di Kecamatan juga melakukan pendampingan dan sosialisasi ke masyarakat.

“Rata-rata yang melakukan kekerasan adalah orang terdekat korban, makanya kita berharap agar tua anak turut berperan aktif dalam mengontrol aktivitas anak,” sebut Sukarti kepada iNews.id.

Untuk diketahui, meski kasus kekerasan anak di Kabupaten Luwu Timur meningkat, namun daerah ini masih menerima Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama Tahun 2022 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI di puncak acara HAN.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.