Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Input Lutim

Kejari Luwu Timur Tanam Bibit Buah di 3 Lokasi, Kajati: Selamatkan Lingkungan yang Kita Huni

638
×

Kejari Luwu Timur Tanam Bibit Buah di 3 Lokasi, Kajati: Selamatkan Lingkungan yang Kita Huni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Luwu Timur, menggelar penanaman bibit buah di tiga lokasi yakni, Desa Wanasari, Desa Argomulyo dan Desa Rinjani, Rabu (12/7/2023).

Penanaman bibit buah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke – 63 tahun 2023 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke – XXIII.

Example 300x600

Sebanyak 1000 bibit buah jenis durian, mangga, pala dan sukun yang ditanam. Kajari Luwu Timur, Yadyn memimpin kegiatan tersebut dan dihadiri para Forkopimda Lutim.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman bibit dilaksanakan secara serentak oleh Kejaksaan se Sulawesi Selatan, dibawah komando Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Dalam sambutannya melalui virtual, Kajati SulSel Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan, bahwa kegiatan gerakan penanaman bibit produktif memiliki makna yang sangat penting dan strategis bagi kita semua utamanya dalam membangun komitmen bersama untuk menyelamatkan lingkungan yang kita huni dari berbagai permasalahan yang timbul sebagai akibat dari berbagai aktifitas pemenuhan kebutuhan masyarakat, ungkapnya.

Dimana kata dia, kondisi lingkungan yang saat ini dalam kondisi yang tidak sehat. Bencana-bencana hidrometerologi frekwensi dan sebarannya yang semakin meluas, seperti halnya kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Bali, yang mengakibatkan 156 rumah terendam, 7 jembatan dan jalan terputus dan 1 orang korban jiwa. Banyak lagi kejadian bencana yang melanda wilayah kita, termasuk kejadian banjir di kota Makassar, Pangkep Pare-Pare dan beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan yang terjadi pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023.

Menurutnya, bencana-bencana tersebut sebagai dampak dari perubahan iklim yang mana dipicu oleh faktor internal berupa el-nino dan faktor eksternal yang diakibatkan oleh aktivitas manusia dalam bentuk perubahan komposisi udara dan perubahan penggunaan lahan. Perubahan alam eksternal berupa aktivitas manusia telah menyebabkan efek gas rumah kaca. Seperti halnya yang dirasakan saat ini, kenaikan suhu bumi, musim kemarau yang berkepanjangan, pola curah hujan yang tidak teratur dan ekstrim yang akhirnya berdampak pada sektor pangan, kesehatan, dan lainnya.

Lanjutnya, bahwa Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo, telah menetapkan penanganan lingkungan, pencegahan perubahan iklim dan penanggulangan bencana sebagai Program Prioritas Nasional (Program Direktif Presiden). Selanjutnya pada tahun 2021 telah dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 98 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk pencapaian target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan pengendalian emisi gas rumah kaca dalam pembangunan Nasional. Pengurangan emisi gas rumah kaca utamanya didukung oleh sektor kehutanan sebagai penyimpan karbon dengan pendekatan carbon net sink. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Programn Folu Net Sink 2030, mendorong tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar minus 140 juta ton CO2e pada tahun 2030, yang dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis melalui empat strategi utama yaitu; menghindari deforestasi, konservasi dan pengelolaan lestari, perlindungan dan restorasi lahan gambut, serta peningkatan serapan karbon.

“Terdapat sebanyak 12.500 (dua belas ribu lima ratus) bibit buah-buahan yang akan ditanam (antara lain buah manga, durian, sukun, dan pala), dimana sejumlah 23 (dua puluh tiga) Kajari, masing-masing mendapatkan 500 (lima ratus) bibit kecuali Kejaksaan Negeri Luwu Timur sebanyak 1.500 (seribu lima ratus) bibit. Semua bibit hari ini ditanam serentak di 63 (enam puluh tiga) titik lokasi dengan dipusatkan ditempat ini di Dusun Kassi-Kassi Desa Toddopulia Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros, dan yang paling berbahagia baru saja Kabupaten Maros memperingati Hari Ulang Tahunnya,” jelasnya.

Kajati SulSel Leo Simanjuntak juga mengajak kepada semua pihak, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah untuk menggalakkan melakukan penanaman pohon ataupun penanaman bibit produktif seperti buah-buahan. Dengan penanaman yang dilakukan saat ini di tempat-tempat masyarakat dalam jangka waktu mendatang dapat menanggulangi bencana sebagaimana dampak perubahan iklim. Selain itu dengan penanaman ini akan berdampak pula bagi peningkatan kesejahteraan atau perekonomian masyarakat, serta terwujudnya program pemerintah yaitu tercapainya penyerapan karbon dengan emisi gas rumah kaca turun 40 % Tahun 2030.

“Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah menyediakan 12.500 bibit produktif secara gratis dan membantu untuk mencari lokasi dan mempersiapkan pelaksanaan penanaman serentak bersama-sama seluruh Kepala Kejaksaan Negeri se Sulawesi Selatan, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan kegiatan hari ini. Begitu juga kepada para pemilik lahan di 63 lokasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang menyediakan lahannya dan mau bersama-sama menggalakkan program penanaman bibit produktif, dan saya berharap agar masyarakat dapat memelihara dan memupuknya dengan baik sehingga seluruh bibit produktif yang kita tanam dapat menghasilkan buah-buahan yang berkualitas.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *