Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Kesbangpol Luwu Timur Gelar Rakor Penguatan Kewaspadaan Dini Hadapi Ancaman Radikalisme

27
×

Kesbangpol Luwu Timur Gelar Rakor Penguatan Kewaspadaan Dini Hadapi Ancaman Radikalisme

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kewaspadaan Dini untuk mengantisipasi dinamika ancaman radikalisme guna menjaga stabilitas keamanan daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Kamis (29/10/2026).

Rapat koordinasi ini dibuka oleh perwakilan Bupati Luwu Timur, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Ramadhan Pirade.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakapolres Luwu Timur Kompol Hairiadi, perwakilan Dandim 1403 Palopo yaitu Pabung Lutim Mayor Arm Syafaruddin, perwakilan BNPT Sulawesi Selatan, Kepala‑kepala OPD se‑Kabupaten Luwu Timur, Camat Malili, Kepala Desa se‑Kabupaten Luwu Timur, Kapolsek se‑Kabupaten Luwu Timur, Babinsa dan Babinkamtibmas se‑Kabupaten Luwu Timur, pengurus FKUB, serta para tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda Dr. Ramadhan Pirade menyampaikan, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Luwu Timur serta seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.”

Ia melanjutkan, “Radikalisme merupakan salah satu tantangan yang perlu kita hadapi secara serius dan bersama‑sama. Paham radikal yang membenarkan kekerasan, intoleransi, serta upaya memaksakan kehendak kepada orang lain dapat mengancam persatuan, kerukunan, dan keutuhan bangsa.”

“Kita menyadari bahwa Kabupaten Luwu Timur merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan sekaligus kekuatan yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan, melainkan harus menjadi dasar untuk membangun sikap saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan,” ujarnya.

“Pencegahan radikalisme tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat keamanan. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh perangkat daerah,” lanjut Sekda.

“Dalam konteks tersebut, rapat koordinasi ini memiliki arti penting sebagai wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, bertukar informasi, serta merumuskan langkah‑langkah strategis dalam mencegah berkembangnya paham radikal di wilayah Kabupaten Luwu Timur.”

“Saya berharap melalui rapat koordinasi ini dapat dihasilkan langkah‑langkah nyata yang tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dilanjutkan dengan rencana aksi, pembagian peran yang jelas, serta evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaannya.”

“Saya juga mengajak seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh‑sungguh, menyampaikan masukan yang konstruktif, serta menjadikan hasil rapat sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lingkungan masing‑masing.”

“Semoga melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat sehingga Kabupaten Luwu Timur senantiasa menjadi daerah yang aman, harmonis, toleran, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Salam Latief menyampaikan bahwa maksud kegiatan ini adalah memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta elemen masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Lanjutnya, “Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya radikalisme dan dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; memperkuat koordinasi dan kerja sama antarinstansi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan radikalisme; meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran paham intoleransi, kekerasan, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila; mendorong peran aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan serta persatuan; dan merumuskan langkah‑langkah strategis dan tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara bersama dan berkelanjutan.”

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Luwu Timur, unsur Forkopimda, para narasumber, seluruh peserta, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan ini, koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme serta mewujudkan Kabupaten Luwu Timur yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera,” pungkas Salam Latief. (Rama).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *