INPUTRAKYAT_LUTIM — Polemik terkait rencana jalur pengeboran PT PUL memunculkan kekhawatiran di kalangan warga Desa Atue dan wilayah sekitar. Forum Masyarakat Atue Bersatu (FORMAT) menyinyalirkan kegiatan tersebut berpotensi mencemari sumber air yang menjadi tumpuan hidup warga setempat.
Kepala Desa Manurung, Irwan Jafar, menyampaikan kekhawatirannya bahwa dampak pencemaran tidak hanya akan dirasakan oleh warga Atue saja, tetapi juga meluas ke beberapa desa di Kecamatan Malili, yakni Desa Manurung, Lakawali, Tarabbi, hingga Lakawali Pantai.
“Sumber air ini jika tercemar, dampaknya bukan hanya di Atue, tetapi akan berdampak pada Desa Manurung, Lakawali, Tarabbi, dan Lakawali Pantai,” ujar Irwan Jafar.
Mewakili warga dari empat desa yang berada di wilayah berpotensi terdampak, Irwan meminta pihak PT PUL untuk serius memikirkan dan mencari solusi terbaik atas persoalan ini.
“Karena jika hal ini terjadi, kerugiannya akan dirasakan oleh hajat hidup orang banyak, terutama terkait ketersediaan air bersih yang sangat dibutuhkan warga,” pesannya.
(Rama).














