INPUTRAKYAT_PALU,–Pasca diterjang tsunami dan gempa bumi pekan kemarin, Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, sangat miris dan bahkan membuat hati teriris.
Dari pantauan media ini di lokasi kejadian, dulunya Kota yang terkenal dengan objek wisata, kini serasa mati tanpa aktivitas. Kekeringan dimana-mana, sungai kering tanpa air, BBM sangat langkah begitu pula Listrik yang sulit.
Tak hanya itu, banyak timbunan material yang belum tersentuh atau dievakuasi, itu semua karna keterbatasan alat berat dan juga relawan.
Dimana-mana bangunan rumah,hotel dan lainnya masih banyak yang dibiarkan seperti itu usai kejadian, dan bahkan memungkinkan masih ada orang yang hidup tetapi terjebak di reruntuhan tersebut.
Bau busuk menyengat di lokasi-lokasi yang penuh runtuhan bangunan dan transportasi (mobil,motor dan kapal-red) yang belum dibenahi.
Disudut lain, tampak seluruh SPBU setiap saat dihuni ratusan masyarakat untuk mengambil bensin dan solar secara tak wajar yang biasanya memakai selang kini masyarakat hanya menggunakan timba, dan itupun terbilang tidak cukup.
Tak sampai disitu, setiap saat bantuan masuk didistribusikan ke pengungsi, namun terbukti tetap saja masih banyak yang belum merasakan bantuan tersebut.
Ada pula pengungsi yang belum diketahui keberadaannya sehingga mereka harus mengalami kelaparan dikarenakan jaringan Telkomsel yang masih belum stabil, hal tersebut baru diketahui keberadaannya ketika para pengungsi memberikan kabar dengan menggunakan jaringan XL.
Setiap harinya para pengungsi hanya berdiam diri ditempat pengungsiannya dengan diliputi kesedihan dan rasa trauma yang tak bisa mereka sembunyikan, meskipun mereka ingin pergi ketempat lain untuk mencari keluarganya, namun lagi-lagi terkendala pada krisisnya BBM.
Disamping itu hati terasa teriiris saat melihat mereka hanya bisa makan dari bantuan yang diberikan itupun makanan instan. Sementara air bersih untuk di minum dan di masak sangatlah kesulitan, Jangankan hal tersebut, air untuk digunakan buang air besar saja tidak ada apalagi untuk mandi.
Kondisi saudara saudara kita di Palu dan Donggala saat ini sangat tidak baik, mereka menderita, menjerit kelaparan dan dihantui rasa takut yang setiap saat masih terus di teror gempa bumi.
Akibatnya, para korban dikhawatirkan mengalami rasa trauma yang dapat mempengaruhi psikis mereka.
Dan saat ini para masyarakat sangat membutuhkan Bahan Bakar (Bensin, Solar, Gas-red),Makanan, Air bersih, Popok dan Susu Bayi serta obat – obatan.
Dampaknya, masyarakat menjadi liar serta anarkis dan tidak segan-segan mengambil paksa, memanjati truk bahkan memburu kita. Sementara pengamanan masih terbilang sangat minim.
Sekalipun ada pengamanan dari pihak TNI dan juga BRIMOB tetapi kadang mereka tetap nekat, itu disebabkan masih minimnya pengamanan.
Liputan: Rk | Editor: Amk.

















