INPUTRAKYAT_LUTIM,–Tepat 20 Februari 2026. Genap satu tahun pasangan H. Irwan Bachri Syam – Hj. Puspawati Husler (Ibas – Puspa), memimpin Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.
Setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur di Istana Negara oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, mandat politik berubah menjadi tanggung jawab pemerintahan yang dituntut menghadirkan hasil nyata.
Maka dari itu, Ibas – Puspa meletakkan fondasi arah lima tahun kedepan, Luwu Timur menuju kabupaten Juara (maju dan sejahtera). Slogan itu bukan hanya sekedar kata pemanis saja melainkan pesan perjuangan yang ingin digapai.
Dalam kurun waktu tersebut, berbagai program dan kebijakan dijalankankan, baik di sektor pembangunan mapun di sektor lainnya yang sangat bersentuhan dengan masyarakat secara umum.
Tiga kartu sakti mulai dijalankan yakni kartu Luwu Timur pintar, kartu Luwu Timur sehat dan kartu lansia. Namun, seperti halnya perjalanan kepimpinan, tantangan dan kritik juga tak terhindarkan, bagi Ibas – Puspa, ini adalah suplemen untuk membantu memusatkan kembali perhatian pada visi masa depan Luwu Timur.
Tak tanggung-tanggung Ibas – Puspa menggelontorkan anggaran untuk pendidikan. Sebagai gambaran, menyiapkan seragam sekolah mulai dari topi sampai sepatu bagi pelajar SD hingga SMP.
Program ini ternyata menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di Kabupaten Luwu Timur, dengan dipemberdayakan membuat seragam sekolah tersebut diluar dari sepatu dan tas. Program berjalan, ekonomi kerakyatan tumbuh.
Masih program yang sama. Ibas – Puspa juga menggelotorkan anggaran bagi mahasiswa Luwu Timur dengan menanggung biaya semester. Besarannya cukup fantastik yakni Rp 6 juta per tahun.
Menyelisik pada program lainnya yakni kartu Luwu Timur sehat. Pemda Luwu Timur menyiapkan Rumah Sakit rujukan di Makassar, menyiapkan puluhan ambulance armada sehat yang disebar di seluruh Puskesmas dan memulai membenahi sarana dan prasarana RSUD I Lagaligo hingga mewujudkan RS khusus mulut dan gigi di Atue.
Nah’ tak kalah menariknya, Ibas – Puspa sudah mulai menjalankan program kartu lansia. Warga yang lanjut usia atau berumur 60 tahun ke atas, diberikan bantuan berupa dana senilai Rp 1 juta perbulan. Baru Lutim di Sulsel dan di era Ibas – Puspa yang memulai terobosan ini.
Kebijakan yang diambil
Dua bulan usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Ibas Puspa meminta dinas pendapatan untuk menghapus objek pendapatan yang bersentuhan masyarakat, seperti pungutan sewa sarana olahraga, pendapatan pada pelaku usaha di pujasera, biaya parkiran dan sewa rusunawa.
Tak tanggung-tanggung, Ibas – Puspa juga menghapus retribusi yang bersumber dari pajak reklame khusus papan nama usaha atau profesi. Kedengarannya sih akan berdampak pada kekurangan nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun ternyata Ibas – Puspa memiliki cara lain untuk mendongkrak PAD.
Gerakan Ibas – Puspa tersebut patut diacungkan jempol, lantaran berada pada garis kepemimpinan transformatif berani membongkar pola lama dan membangun sistem baru yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sebagai bukti dalam peran aktif dan konsistensinya mendorong percepatan pembangunan daerah, sekaligus mengoptimalkan potensi Luwu Timur melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan, Bupati Irwan baru-baru ini diganjar penghargaan penghargaan Herald Awards 2025 sebagai Kepala Daerah Inspiratif Bidang Pembangunan Daerah.
Di moment satu tahun kepimpinannya ini, Bupati H. Irwan Bachri Syam berharap dukungan dan doa seluruh masyarakat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diamanahkan selama lima tahun kedepan.














