Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Luwu Timur Ubah Koperasi Jadi Penghubung Produksi Desa dan Pasar

41
×

Luwu Timur Ubah Koperasi Jadi Penghubung Produksi Desa dan Pasar

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam ingin Koperasi Desa Merah Putih tidak berhenti sebagai lembaga ekonomi di tingkat desa. Ia mendorong koperasi menjadi penghubung antara produksi warga, UMKM, komoditas unggulan, dan pasar.

Hal itu disampaikan Irwan saat membuka Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke-79 di Luwu Timur, Selasa (6/10/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 23 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, yang di pusatkan di Lapangan Iniaku Sorowako.

Menurut Irwan, koperasi harus mampu menciptakan transaksi dan memperkuat posisi tawar masyarakat. Ukuran keberhasilannya bukan semata jumlah koperasi yang terbentuk, melainkan manfaat ekonomi yang diterima anggotanya.

“Koperasi tidak boleh berhenti hanya sebagai sebuah lembaga, tetapi harus tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang benar-benar menciptakan transaksi, memperkuat posisi tawar masyarakat, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota,” kata Irwan.

Luwu Timur menjadi tuan rumah Harkopnas setelah menerima bendera pataka dari Kabupaten Jeneponto pada tahun sebelumnya. Irwan mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelaku usaha, memperluas jaringan bisnis, dan memperkenalkan produk unggulan daerah.

Salah satu yang disorot Irwan adalah perkembangan Koperasi Desa Merah Putih. Hingga 29 September 2026, pembangunan fisik telah mencapai 79 koperasi dari 128 desa dan kelurahan di Luwu Timur. Enam koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

Sebanyak 68 koperasi telah menerima kendaraan operasional untuk mendukung distribusi barang dan hasil bumi. Sedangkan 10 koperasi lainnya masih menunggu proses verifikasi.

Irwan menyebut Luwu Timur masuk tiga besar daerah di Sulawesi Selatan dengan jumlah pembangunan Koperasi Merah Putih terbanyak.

Program tersebut, kata dia, akan dihubungkan dengan potensi ekonomi masing-masing desa. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengaitkannya dengan Program Pandu Juara yang diarahkan untuk mengembangkan komoditas unggulan desa.

Melalui program itu, desa penerima bantuan keuangan khusus dari APBD mendapatkan alokasi Rp2 miliar. Sebanyak 33 desa telah menjadi percontohan sejak program tersebut dimulai tahun lalu.

Irwan mengatakan, peningkatan produksi saja tidak cukup untuk menggerakkan ekonomi desa. Pemerintah perlu memastikan komoditas memiliki pembeli, memenuhi standar kualitas, memiliki jalur distribusi yang efisien, dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun koperasi melalui satu pendekatan yang sederhana tetapi terintegrasi, yaitu menghubungkan potensi desa, produksi masyarakat, UMKM, koperasi, dan pasar dalam satu rantai ekonomi yang utuh,” ujarnya.

Ia berharap koperasi di Luwu Timur tumbuh menjadi lembaga yang mandiri, profesional, dan modern.

Dalam pembukaan expo, Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Luwu Timur, PT Vale Indonesia, dunia usaha, masyarakat Sorowako, panitia, tim medis, tim rescue, aparat keamanan, serta media yang mendukung kegiatan tersebut.

Ia secara khusus mengapresiasi guru SDN Kompleks Sorowako yang menyiapkan sarapan bagi para peserta setiap pagi. Sarapan itu disediakan secara gratis selama kegiatan berlangsung.

Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan sekaligus memperkuat koperasi dan UMKM sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *