Example 728x250
Example 728x250
Input Sulbar

Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial, Bupati Majene Soroti Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

31
×

Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial, Bupati Majene Soroti Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAJENE,— Pemerintah Kabupaten Majene bersama berbagai organisasi keagamaan dan sosial memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (14/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Sejarah Menumbuhkan Persatuan dan Kepedulian dalam Mewujudkan Majene yang Maju, Mandiri, dan Berbudaya.” Tema tersebut dinilai relevan untuk memperkuat semangat kepedulian sosial, termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat seperti stunting dan kemiskinan ekstrem.

Dalam sambutannya, Bupati Majene Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan. Keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati adalah masih adanya persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Majene. Ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi turun bersama melakukan monitoring dan memastikan program penanganan berjalan secara nyata di lapangan.

Bupati menekankan, upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, organisasi perempuan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat dan keluarga. Menurutnya, pemantauan terhadap anak berisiko stunting harus dilakukan secara berkelanjutan agar penanganannya dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia juga berharap seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dan kepedulian terhadap keluarga yang berada dalam kondisi rentan. Penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, kondisi sosial ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Saya meminta kepada Kepala OPD untuk turun bersama memonitoring stunting agar terjadi penurunan yang lebih signifikan lagi. Saya juga memohon doa dari masyarakat Majene demi kesejahteraan Majene,” ujar Bupati.

Peringatan Maulid tersebut diawali dengan pelaksanaan Salat Istisqa secara berjamaah sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau serta mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Suasana religius semakin terasa melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat dan Mahalul Qiyam yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Majene, Hj. Andi Najmah B. Fattah. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene sekaligus Ketua BKMT Majene, Hj. Andi Najibah B. Fattah, S.Ag., M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid tahun ini dikemas secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai organisasi keagamaan dan sosial. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran dan waktu sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi.

Peringatan Maulid merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Majene bersama MUI, PHBI, BKMT, DWP, TP PKK, DMI dan BAZNAS Kabupaten Majene. Kolaborasi lintas organisasi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Bupati Majene mengajak seluruh masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan. Semangat persatuan, kepedulian kepada sesama dan gotong royong harus terus dihidupkan agar berbagai persoalan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Majene berharap kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan sinergi pemerintah, organisasi keagamaan, organisasi sosial dan seluruh masyarakat, upaya mewujudkan Majene yang maju, mandiri dan berbudaya, sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *