Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Menteri Kehutanan RI Bertandang di Lutim, Bupati Irwan Titip Persoalan Tanamalia

1631
×

Menteri Kehutanan RI Bertandang di Lutim, Bupati Irwan Titip Persoalan Tanamalia

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni bertandang di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (13/6/2025).

Kedatangannya bersama rombongan untuk melihat langsung aktivitas pertambangan di wilayah operasional PT. Vale Indonesia Tbk.

Setiba di Bandara Sorowako, Raja Juli bersama rombongan disambut langsung Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam bersama wakilnya, Hj. Puspawati Husler.

Tampak hadir para Forkopimda, Komisaris Mind ID Grace Natalie, Plt CEO PT Vale Bernadus Irmanto beserta para petinggi Vale lainnya dan pihak Pemprov Sulsel.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Irwan menitip persoalan Tanamalia di wilayah pesisir Kecamatan Towuti yakni persoalan lahan yang melibatkan masyarakat dan Vale.

Ia menyampaikan, bahwa ada sedikit persoalan yang dialami masyarakat kami di wilayah pesisir di lima desa.

“Mereka berkebun lada hampir 20 tahun yang notabenenya diatas lokasi pihak perusahaan, masuk dalam wilayah kontrak karya,” kata Irwan ke Menteri Kehutanan, Raja Juli.

Sementara di lokasi itu lanjutnya, luas perkebunan masyarakat kami mencapai 5 ribu sampai 6 ribu hektar.

“Ini yang akan kami koordinasikan dengan baik ke Kementerian Kehutanan dan seluruh pihak yang terkait agar sekiranya memberikan atau mencari solusi,” ujarnya.

Karena menurutnya, persoalan ini menjadi PR saya bersama Pabung, pak Kapolres dan seluruh pihak terkait, yang saat ini konsen dengan persoalan Tanamalia pak Menteri,” sambungnya lagi.

Harapan masyarakat kami kata Irwan, ada solusi yang baik bagi semua, masyarakat kami masih bisa berkebun dan PT. Vale bisa beraktivitas pertambangan disitu.

“Kami berharap Pak Menteri nantinya bisa memberikan kami solusi agar masyarakat yang sudah lama berkebun lada di lahan IUPK PT. Vale mendapatkan harapan-harapan terbaik,” pinta Irwan.

Dibeberkannya, perkebunan lada ini Pak Menteri sangat menjanjikan, harganya sudah mencapai Rp 135 ribu per kilo, dan masyarakat kami ini betul-betul konsen berkebun.

Menanggapi laporan Bupati Irwan, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan, kita akan cari win win solutionnya dengan masyarakat kita di Tanamalia, katanya.

“Saya kira persoalan itu perlu komunikasi, perlu dialog dan mengidentifikasi liders disana yang dapat mempersentasikan keinginan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun meminta PT. Vale memberikan opsi opsi apa yang mereka inginkan agar dapat tercapai dalam negoisasi, dan namanya negoisasi itu memang selalu masing-masing punya pilihan terbaik.

“Vale inginkan mereka tidak ada disana agar segera menambang, dan masyarakat juga ingin posisinya tetap disana karena merica nya tak ingin diganggu,” ketusnya.

Olehnya itu, Raja Juli meminta agar masing-masing mundur satu langkah agar ada ruang berkomunikasi, berdialog, mencari tuntutan yang terbaik dari keduanya.

“Saya kira kalau niat kita baik, tulus dalam memberikan beberapa opsi-opsi termasuk dari kami. Seperti, merica di ganti dengan skema-skema yang masuk akal, dan mengikuti kaidah government di Vale,” jelasnya.

“Saya kira kita bisa cari titik-titik temu nya lah, ini butuh kesabaran sekaligus keseriusan bernegoisasi dan berbesar hati mengalah untuk mencari second option,” terangnya.

Ia mengaskan, niat baik pak Bupati akan kami kawal proses ini, dari lingkungan dan reboisasi Vale baik, namun dalam negoisasi konflik nantinya bisa menjadi contoh di Tanah air kita ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *