Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Miris, Sekolah Agama di Lutim Dicuekin, Begini Kondisinya

549
×

Miris, Sekolah Agama di Lutim Dicuekin, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Madrasah Aliyah Negeri (MAN) merupakan salah satu dari sekian banyak sekolah menengah atas yang berstatus negeri di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Sekolah negeri yang lebih menekankan pada spirit keagamaan ini, menjadi salah satu pilar dalam pembentukan karakter religius bagi anak didik.

Namun, dibalik tugasnya sebagai sekolah berbasis Islam, ternyata sekolah ini menyimpan begitu banyak persoalan. Terutama inftastruktur sekolah yang tidak memadahi dan jauh dari kata standae.

Padahal jika melihat secara kualitas, sekolah ini seharusnya mendapatkan bantuan fasilitas yang lebih baik dari Kementerian Departemen Agama (Kandepag) selaku instansi vertikal yang membidangi sekolah keagamaan.

Sekolah tersebut berkedudukan di Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur yakni Kecamatan Malili.

Dari pantauan media ini, tampak bangunan ruang kelas belajar (RKB) mulai hancur tepat dibagian plapon dan lantai.

Tak hanya itu, halaman sekolah pun terlihat tak tertata alias tak tersentuh kucuran anggaran, sehingga tampak semraut.

Terlebih pula akses menuju sekolah masih kondisi belum tersentuh aspal.

Menurut salah satu Alumni MAN Malili, Ratno Timor mengatakan, sekolah ini sangat tidak diperhatikan oleh pemerintah terutama infrastruktur pendukung atntara lain ruang RKB dan akses, ungkapnya kepada inputrakyat.co.id, Senin (29/05/18).

Retno menambahkan, Jalan yang saya lalui tahun 2012 lalu tak ada perubahan sampai saat ini dan bahkan bertambah parah sementara sekarang sudah 2018.”Siapakah yang tanggung jawab atas jalan ini, kalau pemerintah daerah Lutim, kok tutup mata. Ini sekolah agama pak, tandasnya.

“Saya berharap pemerintah memperhatikan sekolah ini karena biar bagaimanapun sekolah ini adalah sekolah agama yang akan mencetak generasi-generasi religius harapan bangsa dimasa depan” tutupnya.

Liputan: Amir Asri | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *