Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Opini: TGTPP Luwu Timur Harus Siapkan ‘Rumah Singgah’

415
×

Opini: TGTPP Luwu Timur Harus Siapkan ‘Rumah Singgah’

Sebarkan artikel ini

Oleh: Zwaeb Laibe (Pegiat Sosial Kemanusiaan).

INPUTRAKYAT.CO.ID,–pertambahan angka Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur kian mengkhawatirkan. Hingga hari ini, Rabu 20 Mei 2020, tercatat sudah 89 orang yg dinyatakan positif terpapar virus mematikan itu.

Angka ini diperoleh karena massifnya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Luwu Timur akhir-akhir ini melakukan Rapid Test kepada para petugas kesehatan, warga yg pernah kontak dengan Pasien Positif Covid-19, dan beberapa kelompok masyarakat, selain Rapid Test internal yang dilakukan oleh PT. Vale kepada karyawan dan mitra kerjanya.

Jika melihat riwayat kontak Pasien Positif Covid-19 di Luwu Timur, penularannya hampir semua diakibatkan oleh kontak erat dan kontak dekat dengan pasien yang lebih dulu Positif Covid-19, baik itu dari suami, dari salah seorang keluarga dekat yang se rumah, maupun dari rekan sejawat mereka yang kontak langsung disebuah tempat kerja yang sama.

Melihat kecenderungan data jumlah hasil Ravid Test maupun Swab Test yang terus meningkat dari waktu ke waktu, serta riwayat kontak Pasien Positif Covid-19 itu, seharusnya pihak TGTPP Luwu Timur sudah mengantisipasi dengan menyiapkan fasilitas karantina khusus atau dilokalisir di suatu tempat yang layak dan standar karantina bagi mereka yg hasil Rapid Test nya reaktif. Karantina ini dilakukan selama menunggu hasil Swab Test mereka keluar dari laboratorium yg berkewenangan.

Karantina mandiri di rumah masing-masing bagi mereka yg hasil Rapid Test nya reaktif tidak menjamin berjalan sesuai dgn standar karantina yang wajib dijalani. Selain karena faktor kesadaran, pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pendampingan dan pengawasan tidak selalu maksimal, mungkin karena persoalan waktu dan banyaknya jumlah kasus reaktif yg mesti didampingi dan dipantau, belum lagi dengan jumlah tenaga pendamping dan pemantau yang begitu terbatas dibanding jumlah kasus yang kian hari kian bertambah.

Di Luwu Timur ini ada beberapa hotel yang mumpuni, yang sangat layak yang bisa dijadikan sebagai ‘Rumah Singgah’, sebagai tempat karantina bagi mereka yg hasil Rapid Testnya reaktif sambil menunggu hasil Swab Test-nya apakah positif atau negatif.

Langkah ini dilakukan untuk menyelematkan suami, istri, anak-anak, saudara, keluarga, dan orang-orang terdekat atau yg ada di sekitar lingkungan mereka yg hasil Rapid Test-nya reaktif. Walau memang hasil Rapid Test ini bukan sesuatu yg memvonis bersangkutan bahwa dia sudah pasti positif terpapar virus mematikan itu, setidaknya hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam lingkungan terdekat mereka.

Bukan hanya ‘Rumah Singgah’ bagi mereka yang hasil Rapid Test-nya reaktif, tetapi TGTPP Luwu Timur juga sudah harus mengantisipasi dan menyediakan tempat dan fasilitas karantina bagi pasien Positif Covid-19.

Jangan banyak berharap atau mengandalkan saja kebijakan dan fasilitas yang disediakan oleh TGTPP Provinsi Sulawesi karena sudah memberi ruang bahwa setiap ada warga yang terduga maupun yang sudah positif terpapar Covid-19 di daerah kabupaten/kota dirujuk untuk dikarantina dan menjalani masa penyembuhan di Kota Makassar.

Fasilitas karantina dan penyembuhan yang disediakan oleh TGTPP Sulawesi Selatan di sana itu juga terbatas. TGTPP Sulawesi Selatan itu menangani ratusan orang yang hasil Rapid Test-nya Reaktif maupun Pasien Positif Covid-19 berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Bagaimana jika sarana karantina dan menyembuhan yang disediakan oleh TGTPP Sulawesi Selatan di Makassar itu penuh atau sudah over load?.

Selain fasilitas tempat yg layak dan standar karantina, TGTPP Luwu Timur juga sudah harus menyiapkan tenaga medis beserta sarana penunjang mereka, termasuk kesejahteraan, keamanan, dan keselamatan tenaga medis yang dilibatkan menangani orang yg reaktif maupun yang sudah dinyatakan positif Covid-19.

Upaya TGTPP Luwu Timur boleh dikatakan sudah masif mencari orang yang positif tertular Covid-19, namun seharusnya dibarengi dengan berbagai persiapan dalam mengantisipasi hasil Rapid maupun Swab Test yang dilakukan.

Harus menyediakan fasilitas tempat karantina dan penyembuhan, seiring kian meningkatnya jumlah orang yg ditemukan Rapid Test nya reaktif maupun Swab Test nya yang sudah positif terpapar Covid-19 di Bumi Batara Guru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *