Example 728x250
Example 728x250
Input Olahraga

ORADO Morut Jadikan Piala Panglima TNI Batu Uji Menuju Porprov 2026

36
×

ORADO Morut Jadikan Piala Panglima TNI Batu Uji Menuju Porprov 2026

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT, — Piala Panglima TNI bukan sekadar turnamen domino bagi Pengcab ORADO Morowali Utara. Ajang yang digelar di Makodim 1311/Morowali, Kabupaten Morowali, pada 25–27 September 2026 itu akan menjadi batu uji untuk mengukur kesiapan atlet Morowali Utara sebelum menghadapi Porprov Sulawesi Tengah 2026.

Pengcab ORADO Morowali Utara tengah mendorong domino keluar dari sekadar permainan rekreasi menjadi cabang olahraga yang dibina secara lebih terstruktur. Target terdekatnya adalah Porprov Sulawesi Tengah pada Desember mendatang.

Ketua Pengcab ORADO Morowali Utara, Muhammad Russell Najimain, mengatakan keikutsertaan atlet dalam Piala Panglima TNI penting untuk mengukur kemampuan mereka menghadapi lawan dari berbagai daerah.

“Setiap event adalah bagian dari proses. Kita ingin atlet Morut memiliki pengalaman bertanding yang semakin luas,” kata Russell.

Menurut dia, pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan bagi tim pelatih dan organisasi untuk melihat kelemahan serta kekuatan atlet sebelum memasuki kompetisi yang lebih tinggi.

“Piala Panglima ini menjadi salah satu kesempatan untuk melihat sejauh mana kemampuan atlet kita ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah,” ujarnya.

Domino Mulai Dibawa ke Jalur Olahraga Prestasi

Langkah ORADO Morowali Utara tidak berhenti pada keikutsertaan dalam turnamen. Organisasi itu mulai menyiapkan fondasi pembinaan atlet, termasuk pendataan pemain, klub dan perangkat pertandingan.

Russell mengatakan posisi ORADO sebagai induk federasi olahraga domino di Indonesia dan keanggotaannya di KONI Pusat menjadi alasan pembinaan tidak bisa lagi dilakukan secara sporadis.

“Status tersebut membawa konsekuensi bahwa pembinaan atlet harus kita lakukan dengan lebih serius dan terarah,” katanya.

Ia menyebut Porprov Sulawesi Tengah 2026 sebagai sasaran terdekat. Jika proses pembinaan berjalan konsisten, ORADO Morowali Utara juga mulai membidik jenjang yang lebih tinggi.

“Kita sedang mempersiapkan diri untuk peluang tampil di Porprov Sulawesi Tengah pada Desember 2026. Ke depan tentu ada peluang menuju PON 2028,” kata Russell.

Namun, ia mengakui target tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan bermain. Infrastruktur pembinaan dan administrasi atlet juga harus dibenahi.

“Mulai dari database atlet, klub, perangkat pertandingan sampai kualitas atlet itu sendiri,” ujarnya.

Database Atlet Jadi Persoalan yang Ikut Dibidik

Ketua Bidang Pembinaan Atlet Pengcab ORADO Morowali Utara, Ivan Renaldi, mengatakan salah satu pekerjaan yang sedang didorong adalah penertiban database atlet melalui sistem KYC ORADO.

Menurut Ivan, pendataan menjadi penting ketika atlet mulai masuk ke kompetisi dengan jenjang yang lebih tinggi. Identitas dan status atlet harus dapat diverifikasi sehingga organisasi memiliki basis data yang jelas.

“Kita ingin atlet Morut bukan hanya siap bermain, tetapi juga siap secara administrasi,” kata Ivan.

Atlet dapat melakukan pendaftaran melalui situs ORADO untuk mendapatkan e-KTA ORADO dan Nomor KYC sebagai identitas atlet.

Bagi atlet Morowali Utara yang membutuhkan pendampingan pendaftaran KYC, proses tersebut dapat dibantu melalui Ketua OKK Pengcab ORADO Morowali Utara, Syamsul Bahri Sahid.

Ivan juga mengingatkan atlet agar tidak menjadikan hadiah sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan dalam turnamen.

“Kami ingin atlet melihat setiap pertandingan sebagai proses belajar. Kalau hari ini belum juara, bukan berarti gagal,” ujarnya.

Menurut dia, pengalaman bertanding justru menjadi modal penting dalam membentuk atlet yang mampu bersaing di tingkat Sulawesi Tengah maupun nasional.

Piala Panglima, Porprov, lalu PON

Bagi ORADO Morowali Utara, rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari satu jalur pembinaan. Piala Panglima TNI pada September menjadi arena pengujian. Porprov Sulawesi Tengah pada Desember menjadi target berikutnya.

Adapun PON 2028 masih menjadi sasaran jangka panjang yang membutuhkan pembinaan lebih panjang.

Russell mengatakan organisasi tidak ingin membangun prestasi dengan cara instan.

“Semua membutuhkan proses,” katanya.

Karena itu, Piala Panglima TNI akan digunakan untuk membaca kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang telah berjalan.

Bagi ORADO Morowali Utara, pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang menang dalam satu pertandingan. Persoalan yang lebih besar adalah apakah domino di Morowali Utara mampu melahirkan atlet yang konsisten bersaing ketika level kompetisinya dinaikkan.

Piala Panglima TNI menjadi ujian pertama. Porprov 2026 menjadi target berikutnya. Sedangkan pembinaan berkelanjutan menjadi penentu apakah ambisi menuju panggung nasional benar-benar bisa diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *