Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pasca Bentrok Dua Malam Berturut-turut, Polres Luwu Timur Fasilitasi Mediasi Warga Lampenai–Bawalipu

241
×

Pasca Bentrok Dua Malam Berturut-turut, Polres Luwu Timur Fasilitasi Mediasi Warga Lampenai–Bawalipu

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Polres Luwu Timur memfasilitasi mediasi antara masyarakat Desa Lampenai dan Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, pasca terjadinya bentrok kelompok di kawasan Jalan Poros Trans Sulawesi.

Mediasi digelar di Aula Kantor Camat Wotu, Desa Lampenai, pada pukul 15.45 WITA, Sabtu (10/10/2026).

Bentrok diduga bermula dari peristiwa kecelakaan lalu lintas pada Rabu (7/10/2026) malam yang menewaskan dua pelajar dari Desa Bawalipu. Terjadi kesalahpahaman serta masuknya informasi yang tidak akurat, yang kemudian disusupi provokator, sehingga memicu bentrokan antar-kelompok. Aksi saling serang terjadi dua malam berturut-turut, yakni pada 8 dan 9 Oktober 2026.

Mediasi dipimpin Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajriadi, didampingi jajaran perwira Polres, Camat Wotu Hasis Dawi, serta anggota Dandramil Wotu Serka Haris. Turut hadir Kepala Desa Lampenai Zaenal Bachri, Kepala Desa Bawalipu Wahyuddin, beserta tokoh masyarakat kedua desa.

Kompol Hajriadi menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Ia meminta kepercayaan penuh penanganan kasus kecelakaan tersebut kepada kepolisian.

“Saya mengimbau kedua pihak menahan diri dan menghentikan aksi saling serang yang dapat merugikan semua pihak,” imbau Wakapolres.

Ia juga menegaskan kabar adanya aksi saling kejar sebelum kecelakaan belum dapat dipastikan kebenarannya, sehingga masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.

Camat Wotu, Hasis Dawi, mengajak seluruh elemen masyarakat tidak terhasut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan memberi ruang bagi aparat menuntaskan penyelidikan.

Kepala Desa Bawalipu mengajak warganya saling mengingatkan dan menjaga ketertiban. Sementara Kepala Desa Lampenai menyampaikan terima kasih atas respons cepat aparat serta memohon maaf atas nama warganya.

Perwakilan masyarakat Bawalipu meminta diadakan pertemuan lanjutan yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan pihak-pihak yang terlibat langsung. Keluarga korban juga meminta pengamanan dan patroli tetap dijaga guna mencegah aksi balasan.

Kesepakatan Bersama
Akhirnya kedua belah pihak menyepakati:

– Menghentikan sepenuhnya aksi saling serang, balas dendam, intimidasi, penganiayaan, dan perusakan

– Tidak melakukan mobilisasi massa untuk tindakan kekerasan

– Tidak menyebarkan provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya

Pemerintah Desa Bawalipu dan Lampenai akan menyosialisasikan kesepakatan ini kepada seluruh warga. Perkara kecelakaan serta dugaan tindak pidana lain akan diproses secara hukum yang berlaku. Kedua pihak juga sepakat memulihkan hubungan sosial, menjaga keamanan lingkungan, dan segera melaporkan tanda-tanda konflik kepada aparat.

Pemerintah desa se-Kecamatan Wotu, khususnya Lampenai, Bawalipu, dan Arolipu, diminta memberlakukan pembatasan jam malam serta mengaktifkan Garda Kamtibmas Desa guna menjaga ketertiban bersama.(Rama).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *