INPUTRAKYAT_LUTIM,—Program Pejuang Subuh yang diinisiasi Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, mulai menumbuhkan kesadaran siswa untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid. Hal ini terlihat dari kegiatan siswa SDN 266 Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, yang rutin mengikuti salat Subuh berjamaah bersama guru pendamping.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) tersebut dilaksanakan dengan melibatkan siswa dan guru.
Untuk memudahkan pelaksanaan, siswa diarahkan menuju masjid terdekat dari tempat tinggal masing-masing.
Di Desa Bantilang, terdapat tiga masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan program, yakni Masjid Haqqul Yakin, Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Babul Khair.
Siswa yang tinggal berdekatan dengan masing-masing masjid melaksanakan salat Subuh berjamaah di lokasi tersebut.

Sementara itu, pada minggu keempat setiap bulan, kegiatan dipusatkan di satu masjid secara bergilir dengan melibatkan siswa SMPN 2 Towuti.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ibadah salat Subuh berjamaah. Setelah salat, para siswa mengikuti zikir dan doa, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh guru agama dari SDN 266 Bantilang dan SMPN 2 Towuti.
Usai kegiatan keagamaan, siswa bersama para guru juga melaksanakan kerja bakti membersihkan masjid sebagai bentuk penanaman kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah.
Kepala sekolah SDN 266 Bantilang, Hamid, S.Pd., mengatakan pihak sekolah menerapkan mekanisme daftar hadir untuk memantau pelaksanaan Program Pejuang Subuh di setiap masjid.
Menurutnya, guru yang bertugas di masing-masing masjid melakukan pendataan kehadiran siswa setelah rangkaian salat, zikir, dan doa selesai dilaksanakan.
“Daftar hadir dipegang oleh guru di setiap masjid. Setelah salat Subuh, zikir, dan doa, siswa kemudian diabsen oleh guru masing-masing,” jelas Hamid.
Ia mengungkapkan, program yang diinisiasi Bupati Luwu Timur tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap kebiasaan beribadah para siswa.
Menurut Hamid, saat ini semakin banyak anak yang datang ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah atas kesadaran sendiri, tanpa harus terus-menerus diingatkan oleh guru.
“Dengan adanya Program Pejuang Subuh ini, anak-anak sekarang banyak yang menuju ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah dengan kesadaran sendiri,” ungkapnya.

Hamid menilai, perubahan tersebut tidak terlepas dari bimbingan dan perhatian para guru yang secara konsisten mengingatkan sekaligus mengontrol pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap keterlibatan guru dan dukungan pemerintah daerah dapat terus dipertahankan sehingga kebiasaan positif tersebut tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.
“Atas nama sekolah, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan guru dan pemerintah yang telah menghadirkan program ini.
Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sehingga anak-anak semakin terbiasa melaksanakan salat Subuh berjamaah tanpa harus disuruh lagi oleh gurunya,” tutup Hamid.
(Solihin).














