Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pejuang Subuh, Siswa SDN 122 Dauloloe Kompak Salat Berjamaah di Masjid Assakinah

41
×

Pejuang Subuh, Siswa SDN 122 Dauloloe Kompak Salat Berjamaah di Masjid Assakinah

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Puluhan siswa SDN 122 Dauloloe mengikuti salat Subuh berjamaah di Masjid Assakinah, Jalan Trans Sulawesi, Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.50 WITA tersebut merupakan bagian dari Program Pejuang Subuh, yang mendorong pelajar membiasakan diri melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid.

Sejak pagi buta, para siswa bersama guru pembina telah berada di masjid. Siswa laki-laki tampak mengenakan peci dan sarung, sementara para siswi mengenakan mukena. Mereka mengikuti salat dengan tertib dan khusyuk.

Program Pejuang Subuh merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang diinisiasi Bupati Irwan Bachri Syam. Program ini diarahkan kepada pelajar, khususnya jenjang SD dan SMP, sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan positif, kedisiplinan, pendidikan karakter, serta mendekatkan generasi muda dengan masjid.

Kepala sekolah  SDN 122 Dauloloe, Liswarasari Dimeng, S.Pd., M.Pd., bersama para guru pembina turut mendampingi peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut pihak sekolah, Pejuang Subuh tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ibadah berjamaah, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan dan tanggung jawab siswa sejak dini.

“Anak-anak kami adalah Pejuang Subuh. Mereka melawan rasa ngantuk dan dinginnya pagi untuk meraih berkah.

Ini adalah dukungan penuh kami terhadap program Bapak Bupati Irwan Bachri Syam dan Ibu Wakil Bupati Puspawati Husler dalam membina generasi cinta masjid,” ujar salah satu guru pembina.

Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, para siswa kemudian mengikuti doa bersama dan kultum singkat. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi guru untuk memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dan motivasi kepada peserta didik.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menekankan bahwa pelaksanaan Pejuang Subuh membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua, pengurus masjid hingga masyarakat. Bupati Irwan juga meminta guru dan orang tua ikut mendampingi anak-anak dalam membangun kebiasaan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, pelajar diarahkan untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid yang mudah dijangkau dari tempat tinggal masing-masing, sehingga kegiatan dapat dilakukan secara konsisten tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Bagi SDN 122 Dauloloe, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan positif.

Dengan semangat “Bangun Pagi, Raih Berkah, Jadi Generasi Juara!”, sekolah berkomitmen mendukung pelaksanaan Pejuang Subuh secara rutin sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kehidupan keagamaan siswa.

“Subuhmu adalah cermin masa depanmu. Siapa yang menjaga Subuhnya, Allah jaga hidupnya.”

(Solihin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *