INPUTRAKYAT_LUTIM — Pemaparan Hasil Uji Coba Demplot Penanaman Padi pada Areal Persawahan Terdampak Insiden Kebocoran Pipa Minyak sekaligus Persiapan Turun Tanam Musim II Tahun 2026 dilaksanakan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Kasi Intel Deri Fuad Rachman, Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi, Tenaga Ahli IPB University Irdika Mansyur, Head of HSSER PT Vale Febrin Sitorus, Kepala Desa Matompi, Kepala Desa Langkea Raya, Kepala Desa Baruga, Kepala Desa Lioka, Kepala OPD, Camat Towuti, masyarakat Towuti yang terdampak, serta jajaran manajemen PT Vale.

Dalam pemaparannya, Febrin Sitorus mewakili PT Vale menyatakan bahwa kegiatan demplot ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. “Tujuan demplot ini ada dua: melakukan evaluasi produktivitas dan kualitas pangan melalui uji coba, serta evaluasi kualitas tanah melalui analisis laboratorium. Kedua objektif ini berbasis sains dan dilaksanakan di lima desa terdampak, yaitu Desa Matompi, Desa Langkea Raya, Desa Timampu, Desa Baruga, dan Desa Lioka,” terangnya.
Febrin menambahkan, proses uji coba berlangsung sejak Februari hingga Agustus 2026. Pada 24 Februari dilakukan sosialisasi, Maret penetapan calon petani dan lahan, serta April–Juli pelaksanaan dan pemantauan berkelanjutan.
Sementara itu, Tenaga Ahli IPB University Irdika Mansyur menjelaskan bahwa lokasi uji dikelompokkan — dekat sumber pencemaran, area tengah, dan area dekat pegunungan mencakup lahan seluas 5,52 hektare. Hasilnya, produktivitas padi mencapai 6,1–7,0 ton/ha GKP, berada di atas rata-rata produktivitas Kabupaten Luwu Timur tahun 2023–2025. Hasil tertinggi 7,0 ton/ha diperoleh dari varietas IPB 15S dengan perlakuan amelioran/pupuk dasar. Hasil ini menunjukkan lahan sawah memiliki daya dukung agronomis yang memadai untuk mendukung keberlanjutan budidaya padi.

Bupati Irwan Bachri Syam dalam sambutannya menyampaikan bahwa insiden kebocoran pipa minyak pada 23 Agustus lalu berdampak pada 1.308 warga dan kurang lebih sekitar 500 hektare lahan di lima desa Kecamatan Towuti.
Pemerintah Kabupaten segera menetapkan kejadian tersebut sebagai bencana dan menerbitkan SK Tanggap Darurat dengan posko di Towuti, melibatkan seluruh pihak dalam penanganannya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Vale memberikan kompensasi kepada warga. Hingga saat ini, 1.307 warga telah menerima haknya, sementara 1 sisanya masih dalam proses. Selain di darat, insiden juga berdampak pada Danau Towuti sehingga aktivitas nelayan terhenti. (Rama).














